Mohon tunggu...
Edukasi

Stop Bullying!

29 April 2019   18:26 Diperbarui: 29 April 2019   18:40 0 1 0 Mohon Tunggu...

BK Pada Masalah Khusus?
Sekolah merupakan Lembaga yang membimbing peserta didik dalam menggapai cita-citanya yang dibekali oleh banyak pengetahuan. Peserta didik diajarkan untuk bersikkap kreatif, berfikir kritis dan bertindak secara agamis untuk bekal terjun hidup di masyarakkat. Namun dalam pelaksanaannya tidak semua peserta didik bisa dibimbing sesuai yang diinginkan oleh pembimbing yang menanganinya di sekolah atau konselor. Hal tersebut disebabkan karena setiap peserta didik memiliki latar belakang keluarga yang berbeda-beda yang mengakibatkan perbedaan pola pikir yang berbeda-beda dari berbagai aspek. Ada sebagian peserta didik yang mudah untuk dibimbing dan ada yang melakukan pemberontakan saat dibimbing. Beberapa diantaranya adalah melanggar aturan-aturan yang ada di sekolah, bersikap tidak sopan kepada guru dan membully temannya.
Traumatik adalah sifat yang berkesan yang dimiliki seseorang berupa pengalaman buruk dimana pengalaman itu sangat sulit untuk dilupakan. Hal ini sangat mudah terjadi pada anak-anak usia sekolah yang dilakukan oleh peserta didik ke peserta didik yang lainnya yaitu dengan bully. Dari bully yang dilakukan secara terus-menerus dapat berdampak pada psikologis peserta didik tersebut, baik yang membully ataupun yang dibully. Bagi pembully dia akan merasa bahwa dirinya adalah yang paling hebat dan benar sehingga jika di terus-teruskan dia akan menjadi keras kepala dan sulit untuk dibimbing.. Sedangkan bagi yang di bully ia akan menjadi penakut dan merasa bersalah yang mengakibatkan ia tak mau lagi bergaul dengan teman yang lainnya, tidak mau untuk berangkat ke sekolah dan bisa menyebabkan terjadinya bunuh diri akibat merasa dirinya sudah tidak diperlukan.
Hal tersebut membutuhkan penanganan khusus dengan segara oleh guru konselor yang ada di sekolah. Hal pertama yang harus dilakukan oleh konselor adalah menemui pembully secara pribadi dan mengintograsinya dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan dilakukannya pembulian tersebut. Selanjutnnya barulah konselor memberikan beberapa bimbingan dan kemudian memulai konseling. Selanjutnya konselor menemui peserta didik yang dibully secara khusus dengan melalui  beberapa pendekatan tanpa melukai perasaanya tentang perihal yang dirasakannya selama disekolah dan memilik masalah dengan siapa saja dan meminta nya memberikan usulan apa yang harus dilakukan pihak sekolah agar dia bisa merasa nyaman di sekolah. Setelah itu baru lah konselor memberikan bimbingan dan konselingnya agar peserta didik tersebut memiliki semangat bersekolah. Karena sejatinya seseorang atau peserta didik yang memiliki masalah berat tidak bisa menanganinya sendiri dan memerlukan bantuan seseorang dalam menyelsaikannya
Jika tindakan pembullyan masih terulang kembali perlu adanya tinndakan yang lebih khusus lagi yaitu dengan mengahdirkan orang tua nya di sekolah dan menjelaskan masalah yang terjad agar tercipta sebuah kerja sama anatara pihak sekolah dan orang tua dalam memberikan bimbingan dan konseling secara lebih khusus dan lebih maksimal.