Mohon tunggu...
Agnes Maryati
Agnes Maryati Mohon Tunggu... Guru - GURU

Hobi: menyanyi,dancing,bermain teater

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Meningkatkan Keaktifan sera Minat Belajar Peserta Didik Melalui TPACK dan Project Based Learning

30 November 2022   21:08 Diperbarui: 30 November 2022   21:17 94
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Nama Lengkap Saya Agnes Maryati Ulfiana.Siswa-siswi memanggil saya dengan sebutan "Mam Aty". Saya mengajar di salah satu sekolah swasta dengan lokasi sekolah berada dipinggiran kota namun memiliki fasilitas gedung dan media pembelajaran yang cukup memadai untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.Sekolah kami berada di wilayah pedesaan tepatnya di desa Habi,Kecamatan Kangae,Maumere-Flores NTT.

Nama sekolah kami adalah SMP SAN KARLOS Habi.Sekolah kami merupakan sekolah Swasta Katolik di kabupaten Sikka yang didirikan oleh para Missionaris dari Jerman Pater Karl Mahr,SVD dan Frits Braun,SVD dan dibantu oleh tokoh masyarakat lain.Saya adalah salah seorang guru yang merupakan alumni dari sekolah ini.Karena saya adalah seorang alumni,maka saya merasa memiliki sekolah ini,dan jiwa saya terpanggil untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah kami.

Ada beberapa masalah yang sering saya temui selama proses KBM seperti, masih banyak siswa kurang percaya diri untuk mengungkapkan sampai mana materi mereka serap,80% siswa tidak aktif untuk mengungkapkan pendapat,tidak dapat bepikir kritis, sehingga pembelajaran yang diterapkan masih berbasis LOTS, tidak dapat berbicara bahasa inggris, serta minat belajar rendah.

Saya menyadari bahwa peran saya sebagai guru sangat penting untuk meningkatkan pembelajaran yang berpihak pada anak dan menjadikan anak sebagai obyek dalam pembelajaran.Oleh karena itu, berdasarkan masalah di atas maka dapat saya merumuskan bahwa penyebabnya adalah model pembelajaran yang digunakan belum memakai model pembelajaran yang inovatif dan kontekstual.

Maka dari itu sebagai guru, saya harus melakukan inovasi dalam merancang serta mengembangkan perangkat pembelajaran, baik dari segi metode, model, media pembelajaran, sehingga saya bisa menerapkan model pembelajaran yang tepat, sehingga motivasi dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran meningkat.

Saya menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi beberapa permasalahan di atas dengan cara meningkatkan keaktifan serta minat belajar peserta didik  melalui TPACK, metode-metode pengajaran,LKPD serta model pembelajaran yang mampu menjawab setiap permasalahan yang ada di sekolah kami.

Salah satu model Pembelajaran yang saya terapkan,adalah model pembelajaran PJBL(Project Based Learning) pada materi INVITATION.

Namun ada beberapa tantangan yang harus saya lalui untuk mencapai tujuan saya:

  • Pemadaman listrik ketika hendak melaksanakan PPL pada siklus ke 2, apalagi sekolah tidak menyediakan cadangan seperti genset dll
  • Kendala jaringan internet yang sering tidak stabil.
  • Jadwal PPL yang sering kali bertabrakan dengan kegiatan-kegiatan sekolah yang melibatkan seluruh siswa/i.
  • Seprti kunjungan dari Puskesmas,Dinas Pendidikan,Kunjungan dari Kementerian Pendidikan RI dalam program PRESISI,serta perkemahan selama seminggu.
  • Ada juga beberapa siswa yang cenderung meniru karya temannya,sulit berpikir kreative.

Tantangan guru hadapi melibatkan dari segi kompetensi dimiliki yaitu perencanaan dalam hal metode, media pembelajaran secara runtut dan variatif sedangkan dari sisi siswa adalah tantangan dalam menumbuhkan keaktifan belajar siswa saat proses pembelajaran.

Adapun strategi yang ditempuh untuk mengatasi kendala-kendala tersebut di atas yaitu:

  • Menghubungi pihak PLN untuk membantu mengatasi masalah listrik
  • Menunda PPL sampai pada waktu dan kondisi yang tepat.

Dan untuk mengatasi masalah di atas tentunya tidak terlepas dari andil Kepala Sekolah selaku pimpinan dan penanggung jawab PPL serta rekan-rekan guru yang selalu bersedia membantu mengatasi kendala-kendala yang saya alami.

  • Membuat pemetaan dalam pembagian kelompok diskusi terhadap peserta didik yang memiliki kemampuan yang baik dengan yang kurang
  • Memberikan motivasi kepada peserta didik untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan lebih kreative dalam membuat surat undangan
  • Guru menampilkan video didepan peserta didik dengan menggunakan LCD projector serta demonstrasi singkat oleh guru didepan kelas.
  • Setelah melakukan pembelajaran praktik tersebut, guru bisa melihat dampak dan hasil dari karya siswa. Hasil kegiatan praktik yang telah saya lakukan berdampak positif dan efektif dalam membuat kartu undangan. Hal ini dibuktikan dengan rencana dan pelaksanaan kegiatan yang telah disusun dan berpusat pada siswa lebih meningkatkan keaktifan siswa saat proses pembelajaran. Siswa lebih percaya diri dalam mengemukakan ide dan gagasan dalam karyanya.
  • Selain itu pemilihan media pembelajaran dan bahan ajar yang menarik dan dipadukan dengan pembelajaran berbasis TPACK berupa PPT dengan animasi menarik disertai video sebagai media pembelajaran dapat merangsang siswa untuk aktif saat pembelajaran. Dan terbukti dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
  • Guru juga menerapkan model pembelajaran PRESISI(Penguatan Karakter Siswa Mandiri Melalui Kreasi Seni)yang merupakan salah satu program dari Kemendikbud yang diterapkan pada sekolah kami.
  • Konsep Presisi pada dasarnya berangkat dari praksis pendidikan kontekstual berbasis proyek yang dilakukan oleh komunitas kolektif penyelenggara pendidikan alternatif. Model pendidikan kontekstual bertumpu pada paradigma anak sebagai subyek yang berkembang pada dunianya.Paradigma tersebut berangkat dari gagasan Ki Hajar Dewantara dan Prof.N Driyarkara tentang pendidikan.
  • Program inipun menggunakan model pembelajaran berbasis proyek(PJBL) dengan menggunakan metode contextual serta berpusat pada anak.Program ini mengikuti paradigma belajar dari Ki Hajar Dewantara dan Prof N.Driyarkara tentang pendidikan
  • Dengan penggunakan Model Pembelajaran PjBL (Project base learning) serta TPACK dimana siswa berlatih merencanakan, melaksanakan kegiatan sesuai rencana dan menampilkan atau melaporkan hasil kegiatan praktik sehingga mampu menjawab permasalahan-permasalahan yang saya alami selama KBM.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun