Mohon tunggu...
Agnes Claristia
Agnes Claristia Mohon Tunggu... Lainnya - Psychology Student at Universitas Tarumanagara

agnesclaristia@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Susah Move On? Ini Penyebabnya

23 Agustus 2021   08:12 Diperbarui: 23 Agustus 2021   09:15 568
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam beraktivitas sehari-hari, setiap orang pasti memiliki suatu peristiwa atau pengalaman. Secara umum, pengalaman terbagi menjadi dua macam, yaitu pengalaman yang menyenangkan dan pengalaman yang tidak menyenangkan.

Setiap pengalaman yang terjadi, baik itu pengalaman menyenangkan maupun pengalaman tidak menyenangkan, akan membawa dampak pada hidup manusia. 

Saat memiliki pengalaman yang menyenangkan, seseorang akan merasa bahagia untuk menjalani kehidupan kedepannya. Sebaliknya, saat memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan, seseorang akan merasa tidak bersemangat dalam menjalani kehidupannya.

Pada artikel ini, saya akan secara khusus membahas tentang pengalaman yang tidak menyenangkan.

Saat memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan, secara tidak sadar akan muncul juga emosi negatif. Saat tidak dapat melepaskan atau menghilangkan emosi negatif tersebut, emosi negatif yang muncul itu akan terjebak dalam diri manusia yang disebut trapped emotion.

Trapped emotion itu secara perlahan akan menimbulkan sakit fisik pada tubuh. Sakit fisik yang dialami itu disebut juga sakit psikosomatis. Sakit psikosomatis adalah rasa sakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, dimana pikiran akan mempengaruhi tubuh yang akan memunculkan gejala atau sakit fisik. 

Contoh dari sakit psikosomatis diantaranya, sakit pada liver, jantung, maag, kulit, bahkan dapat menyebabkan sakit kanker.

Trapped emotion yang muncul tidak hanya diakibatkan karena adanya pengalaman yang tidak menyenangkan, namun juga disebabkan saat seseorang memproyeksikan emosinya pada orang lain, dan adanya faktor keturunan. 

Misalnya, seorang Ibu yang merasakan emosi negatif saat sedang mengandung atau merawat anaknya, nantinya anak dari Ibu tersebut juga akan memiliki dan menyimpan emosi negatif yang sama seperti yang dirasakan ibunya.

Bagaimana cara menghilangkan trapped emotion?

Salah satu ilmuwan bernama dr. Bradley Nelson mengemukakan salah satu terapi bernama emotion code. Emotion code adalah salah satu terapi yang biasa digunakan untuk menemukan dan melepaskan emosi negatif yang terjebak dalam tubuh seseorang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun