Mohon tunggu...
ASH
ASH Mohon Tunggu... Founder Sang Penggagas; Penulis Buku Powerful Life; Seorang Pecinta Literasi; Bisa dihubungi di agilseptiyanhabib@gmail.com

Berbisik Dalam Sunyi, Bersuara Dalam Senyap

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

"Just Blogging" Saja

9 Oktober 2020   14:04 Diperbarui: 9 Oktober 2020   14:32 57 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Just Blogging" Saja
Ilustrasi blogging | Sumber gambar : www.searchenginejournal.com

"Menulislah dengan bahasa apapun yang kita ketahui selama hal itu menghadirkan kesenangan dalam menulis. Kita hanya perlu mengasah tulisan untuk menjadi bahan bacaan yang bukan hanya menarik untuk dibaca tetapi juga bisa mengemban misi pelestarian tata bahasa yang semestinya."

Entah ini hanya perasaan saya saja atau memang juga dirasakan oleh sebagian besar orang yang lain bahwa kalangan anak-anak muda lebih senang membaca tulisan dengan gaya bahasa gado-gado atau cenderung gaul. Kalau bisa dibilang tulisannya "gak sesuai EYD banget"dan jauh dari kesan formal. 

Memang dalam beberapa kali kesempatan membaca tulisan semacam itu ada sensasi ringan dan santai dalam mencerna informasi yang disampaikan. Terkesan friendly banget malahan. Seakan gaya tulisan itu menarik sekali untuk ditiru. Sayangnya saya pribadi tidak cukup cakap membuat gaya tulisan seperti itu. 

Seperti ada rasa tidak nyaman saat menuangkan kata demi kata menggunakan gaya bahasa semacam itu. Mungkin karena saya pribadi lebih sering membaca informasi atau refferensi dari buku-buku, koran, majalah, atau ebook dengan tata bahasa yang formal dan resmi sehingga merasa lebih nyaman dengan penggunaan bahasa berdasarkan hal itu saat membuat suatu tulisan. Tapi apapun gaya bahasa yang dipergunakan sebenarnya tidak jadi soal selama hal itu dilakukan sesuai konteks yang tepat.

Dalam hal ini apabila konteksnya adalah ngeblog maka semestinya tidak ada batasan khusus perihal penggunaan ejaan dalam bahasa tulisan. Ngeblog saja sesuai selera kita masing-masing. 

Menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) barangkali adalah nilai tambah tersendiri jikalau kita sebagai penulis berkenan mempergunakannya. Sekaligus menyebarluaskan pembiasaan penggunaan tata bahasa yang baik dan benar. 

Terkadang ketika kita sudah sangat terbiasa menggunakan bahasa lisan non formal yang jauh dari kaidah EYD maka hal itu akan turut "menular" ke hal-hal yang lain. Bukan tidak mungkin ketika suatu saat kita ada keperluan menulis sebuah makalah atau jurnal yang membutuhkan penggunaan kata-kata yang sesuai kaidah tata bahasa maka akan berisiko membuat kita terpeleset saat membuat tulisan.

Sepatutnya memang kita tidak selamanya menggunakan bahasa bebas ketika ngeblog. Ada kalanya kita juga perlu memakai bahasa yang sesuai kaidah EYD. Paling tidak ada sekian persenlah dari tulisan kita yang benar-benar mempertimbangkan tata bahasa tersebut.  Tapi apabila hal itu justru membebani kita tatkala menulis sehingga menjadikan kita turun minat dalam menuangkan kata-kata, maka untuk sementara memang lebih baik mengabaikan hal itu samasekali. 

Just blogging saja hingga pada suatu titik dimana kita merasa nyaman dalam menulis. Menulis saja biarpun banyak celah kesalahan dalam tata bahasa. Karena lambat laun kita pun akhirnya akan belajar dan mengetahui bagaimana seharusnya tulisan itu dibuat dan disajikan sesuai tata bahasa yang semestinya.

Mencoba membuat tulisan yang menarik dan enak dibaca bukan berarti mengabaikan penggunaan kaidah tata bahasa sama sekali. Penggunaan tata bahasa yang baik dan benar seharusnya bukan halangan untuk menciptakan karya tulis yang mengalir dan enak untuk dibaca. Hanya saja semuanya memang butuh jam terbang. Butuh pengalaman yang perlu ditempa dari waktu ke waktu. 

Oleh karena itu kita yang saat ini tengah menikmati aktivitas blogging harus tetap bisa menjaga konsistensi dengan terus menelurkan tulisan demi tulisan seraya terus belajar tentang bagaimana seharusnya menghasilkan karya tulis yang secara isi bermutu namun secara tata bahasa juga memenuhi kaidah EYD yang berlaku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x