Mohon tunggu...
Afsal Muhammad
Afsal Muhammad Mohon Tunggu... Penulis - Penulis, Jurnalis, Web Developer

Tukang baca, tukang nulis.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Cara Curhat yang Baik Biar Nggak Dicap Orang Nyebelin

18 November 2022   03:15 Diperbarui: 18 November 2022   03:19 276
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lyfe. Sumber ilustrasi: FREEPIK/8photo

Bercerita atau curhat kepada teman biasa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Bisa curhat soal pekerjaan, pacar, sampai kejadian ramashook yang terjadi dalam kehidupan kita. Tapi, kebanyakan dari kita condong mendikte orang lain untuk menjai pendengar yang baik, padahal kita pun harus menjadi pe-curhat yang baik pula.

Orang curhat memang harus kita dengarkan, kalau nggak bisa-bisa kita dicap bukan pendengar yang baik. Namun, kalau curhatnya nggak lihat situasi ya menyebalkan juga. Kebanyakan orang tidak memperhatikan bagaimana cara curhat agar nggak dicap orang yang nyebelin.  

Mungkin pembaca pernah merasakan galau, namun tiba-tiba teman kita menelepon dengan sat set sat set tanpa permisi dan langsung curhat ini-itu. Rasanya pengen nampol pakai panci bekas masak indomie. Kadang, orang-orang yang mau curhat tidak memperhatikan situasi teman yang akan dijadikan teman curhat.

Tidak hanya itu, ada juga orang yang curhat namun ketika dimintai saran dia nggak menerima saran itu dan lebih sering membantah seolah-olah dunia harus menuruti apa kata dia. Haduh, kalau mau kayak gitu curhat saja sama tembok.

Hal-hal seperti itu cukup membuat kita sebal pada teman kita yang senang curhat. Maka dari itu, semua orang perlu memaham cara curhat yang baik dan benar tanpa mengganggu atau menyinggung teman yang dijadikan tempat curhat kita.

Pertama, pastikan teman yang dijadikan tempat curhat itu siap mendengarkan. Coba untuk tanyakan kabar lebih dulu, basa basi, jangan langsung tembak. Kita tidak tahu apakah teman kitu sedang kena musibah, atau lagi sama-sama galau. Alangkah baiknya, kita beri salam dulu, dan memulai percakapan dengan santai.

Kalau teman kita sedang dalam masalah, alangkah baiknya kita mengurungkan diri untuk curhat. Bagimana teman kita bisa mendengarkan curahan hati kalau dia sendiri sedang ada dalam masalah. Kalau begitu namanya egois dan kamu pasti akan dicap sebagai orang yang nyebelin.

Kedua, pahami bahwa nggak semua orang bisa menyelesaikan masalah kita. Kalau kamu meminta saran dari teman kita, terima saja saran itu. Soal dilakukan atau tidak itu urusan nanti, kalau pun itu tidak membantu, bukan berarti teman kamu nggak berguna. Tapi, memang pada dasarnya tidak semua orang bisa menyelesaikan masalah kita.

Selain itu, nggak semua orang merasakan apa yang kita rasakan. Jangan paksakan teman kita untuk masuk ke dalam perasaan kita yang nggak akan dirasakan oleh dia. Kecuali kalau kamu mau menjerumuskan temanmu itu ke dalam masalah.

Ketiga, pahami waktu temanmu. Curhat juga kamu harus tahu waktu, jangan sampai kamu curhat sedih berlarut-larut sampai mengabaikan waktu temanmu dan waktumu juga. Ketika temanmu pamit, jangan singgung dia karena tidak setia kawan karena pada dasarnya nggak semua orang harus mengerti kamu.

Keempat, ucapkan terima kasih kepada temanmu. Kadangkala kita lupa mengucapkan terima kasih kepada teman yang sudah menjadi tempat kita curhat. Padahal, hal itu sangat baik untuk kelangsungan sebuah hubungan pertemanan. Kalau kita nggak berterima kasih, bisa-bisa kita dicap orang yang nggak tahu terima kasih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun