Mohon tunggu...
Afrila Loveannisa M
Afrila Loveannisa M Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

Saya adalah mahasiswa jurusan psikologi di UMM. Saya sangat menyukai sekali hal hal yang membahas soal psikologi manusia. Saya orang yang mudah bergaul dengan orang lain dan saya juga mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Bahaya Tindakan Self Diagnosis

22 September 2022   18:26 Diperbarui: 22 September 2022   18:28 49 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Mendiagnosis diri sendiri adalah hal yang sulit karena seseorang tidak bisa melihat diri sendiri secara obyektif. Kemunculan internet beberapa dekade terakhir memudahkan banyak orang untuk memeroleh informasi sebanyak mungkin. Teknologi ini memudahkan penggunanya dalam mengakses berbagai hal termasuk informasi kesehatan. Ketika seseorang merasa ada sesuatu yang tidak normal pada dirinya, seperti masalah fisik atau emosional, hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan mencari kata kuncinya di google. Dari informasi informasi yang mereka dapat dari google ini lah yang menyebabkan sikap self diagnosis ini muncul pada diri seseorang.

Self Diagnose atau mendiagnosa diri sendiri adalah proses diagnosis terhadap diri sendiri mengidap suatu gangguan/penyakit berdasarkan pengetahuan diri sendiri atau informasi yang didapatkan secara mandiri melalui buku, internet, atau pengalaman diri dan keluarga. Sering kali ketika mendapatkan sebuah informasi, seseorang langsung menggeneralisasi yang ia ketahui dengan fakta sekitar. Tanpa informasi yang lebih spesifik dari dokter, pasien tak paham bagaimana menilai gejala mereka. Akibatnya, mereka justru menjadi semakin cemas, ngotot, bahkan obsesif pada diagnosis yang mereka putuskan sendiri.

Bahaya self-diagnose bisa berdampak sangat buruk kepada seseorang yang sering mencari tau ciri-ciri penyakit fisik maupun mental di internet dan tidak mau konsultasi langsung ke tenaga profesional. Karena akan menyebabkan salah diagnosis dan bisa membuat gangguan yang sebenarnya dialami tidak terdeteksi dan menyebabkan gangguan tersebut semakin parah karena diagnosis yang tidak benar.

Self diagnosis sangatlah berbahaya bagi kesehatan mental, lama kelamaan seseorang dapat mengalami gangguan kecemasan umum akibat dari melakukan self diagnosis. Informasi informasi yang kita dapat di internet belum tentu valid kebenarannya. Karena itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk tidak melakukan self diagnosis, belum tentu keadaan mental kita seburuk informasi yang kita dapat. Informasi yang bersumber dari internet tidak dapat kita jadikan sebagai landasan dalam mendiagnosis diri sendiri, kita membutuhkan diagnosis dari tenaga professional seperti psikolog atau psikiater untuk melakukan serangkaian tes dan konseling. Selain untuk mendapat diagnosis yang tepat penderita gangguan kesehatan mental dapat dengan leluasa menceritakan apa telah dialami. Hal ini sangat membantu penderita untuk lebih tenang.

Self diagnosis juga dapat memicu munculnya penyakit mental lainnya yang sesungguhnya tidak kamu alami sebelumnya dan juga dapat menimbulkan penyakit mental yang lebih parah. Bisa juga kita salah mengkonsumsi obat obatan yang nantinya dapat berdampak pada Kesehatan tubuh, memicu efek samping dari obat obatan yang dikonsumsi dan juga dapat menyebabkan kita ketergantungan pada obat tersebut.

Cara Menghindari Self Diagnosis:

  •  Melihat Sumber Informasi yang Didapatkan dari Media Sosial 
  • Ada baiknya kita memilih konten konten di internet yang bersumber dari psikolog, psikiater atau lembaga yang menangani masalah kejiwaan. Mengkonsumsi konten kontel tentang kesehatan sangat penting untuk kita, tetapi jangan semua konten yang diperoleh kita terima begitu saja sebelum konsultasi pada professional. 
  • Tidak Menjadikan Selebritas, Tokoh Fiktif, atau Penderita Gangguan Mental Lainnya Sebagai Rujukan 
  • Seringkali kita melihat pengalaman orang orang dimedia sosial, dan terkadang memiliki kesamaan gejala atau kondisi dengan apa yang kita rasakan saat itu. Kondisi ini sering kali mendorong kita untuk mengambil kesimpulan bahwa kondisi kita sama dengan orang tersebut. Padahal kondisi mental seseorang sangat kompleks dan berbeda beda. 
  • Hindari Tes Kesehatan Mental Melalui Daring
  • Banyak sekali beredar web tes kesehatan mental di internet saat ini. Sebaiknya kita tidak usah terlalu percaya dengan hasil yang keluar saat kita melakukan tes ini, karena hasil yang keluar tidak menilai gejala secara spesifik namun hanya pada gambaran umum saja.
  • Bertanya Pada Profesional
  • Jangan pernah ragu untuk pergi ke psikolog maupun ke psikiater untuk melakukan tes dan sesi konseling. Jika kamu merasakan gejala gejala yang aneh pada dirimu dan tu sudah mengganggu aktifitas sehari hari cobalah untuk konsultasi pada professional. Karena kesehatan mental tidak dapat didiagnosis seorang diri

Kesimpulan 

Pada saat ini masih banyak orang yang tidak peduli dengan bahaya self diagnosis ini. Padahal hal tersebut dapat memicu munculnya gangguan pada kesehatan mental diri sendiri. Hal ini tentunya harus mendapatkan perhatian yang lebih. Karena bisa membahayakan diri seseorang. Itulah mengapa sangat penting menghindari self diagnosis untuk mengurangi gangguan mental. Karena bisa saja keadaan seseorang tidak seburuk itu apabila tidak melakukan self diagnosis.oleh karena itu sangat disarankan untuk tidak melakukan diagnosa secara mandiri dalam hal apapun.

Daftar Pustaka

 Akbar, M. F. (2019, June 25). Analisis Pasien Self-diagnosis Berdasarkan Internet pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. https://doi.org/10.31227/osf.io/6xuns

Fieka Nur Wahyuni. (2020, Oktober 30). PERANCANGAN KAMPANYE STOP SELF-DIAGNOSIS UNTUKMENGURANGI GANGGUAN MENTAL DENGAN METODEPA-DI PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR. https://ifik.telkomuniversity.ac.id/assets/upload/thesis/fieka/Penulisan_Lengkap_Fieka_NW.pdf

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan