Mohon tunggu...
Afifah Azahra
Afifah Azahra Mohon Tunggu... Mahasiswa

Fakultas Ilmu Pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Perlunya Penanaman Nilai-nilai HAM Pada Peserta Didik

17 Mei 2021   21:12 Diperbarui: 17 Mei 2021   21:21 73 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perlunya Penanaman Nilai-nilai HAM Pada Peserta Didik
nilai-nilai-hak-asasi-manusia-page-0001-60a27769d541df7eb21cc402.jpg

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak yang hakiki yang melekat dan telah menjadi kodrat pada diri manusia sejak masih dalam kandungan dan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dijaga, dihormati, dan dilindungi untuk menjaga martabat tersebut.

Hak Asasi Manusia melekat pada individu siapapun dan menjadi tanggung jawab setiap individu, pemerintah dan negara. HAM memiliki peranan untuk melindungi diri maupun orang lain, maka dari itu HAM tidak dapat dibagi, dikurangi, atau diambil oleh siapa pun. Dalam UU tentang HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia ( pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM ).

Nilai-nilai Hak Asasi Manusia merupakan hal yang perlu dimiliki oleh masyarakat berbangsa dan bernegara. Alasan pentingnya menanamkan nilai-nilai HAM ialah agar anak mengetahui sejak dini bahwa setiap orang memiliki haknya masing-masing dan perlu dijaga, dihormati, dan dilindungi oleh siapapun. Mulai dari hak asasi pribadi, hak asasi ekonomi, hak asasi politik, hak asasi hukum, hak asasi sosial dan budaya, dan hak asasi peradilan.  Jika hak-hak itu dilanggar akan ada sanksi hukuman yang sudah tercantum dalam pasal.

Nilai- nilai HAM perlu ditanamkan sejak dini, karena penanaman nilai-nilai HAM sejak dini itu tidak mudah dan perlunya pembiasaan oleh orang dewasa yang membimbingnya.  Upaya untuk menjunjung tinggi HAM adalah tugas orang tua dan guru. Ketika peserta didik berada dimanapun, sebagai orang dewasa sangat dibutuhkan untuk menanamkan nilai-nilai HAM pada anak. Ketika nilai-nilai HAM ditanamkan sejak dini diharapkan peserta didik dapat menerapkan nilai-nilai itu sepanjang hidup di masa yang akan datang sebagai manusia yang berbangsa dan bernegara.

Nilai-nilai HAM yang dapat diterapkan kepada peserta didik dimulai dari yang dasar dan akan meningkat dari waktu ke waktu. Berikut beberapa hal yang perlu ditanamkan. Pertama, bebas berbicara dan berpendapat. Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk bekerja kelompok, kemudian mengajak mereka untuk saling berpendapat dan menanggapi temannya mengenai suatu permasalahan. Disinilah guru memberikan nilai-nilai HAM berupa kebebasan berpendapat dan menghargai pendapat orang lain dan bagaimana cara mengambil keputusan yang final ketika berpendapat.

Kedua, kebebasan beragama, guru dapat memberikan penjelasan berbagai macam agama yang terdapat di Indonesia tanpa memaksa peserta didik untuk menganut agama yang bukan diyakininya, juga guru mempersilahkan peserta didik melakukan doa sesuai dengan agama dan kepercayaannya serta bertoleransi satu sama lain ketika setiap agama masing-masing memiliki pemahaman yang berbeda.

Ketiga, kebebasan memilih, guru dapat memberikan pembelajaran melalui pemilihan ketua kelas beserta jajarannya di kelas kepada peserta didik dan memberikan hak peserta didik untuk memilih atau dipilih menjadi ketua kelas yang cocok untuk memimpin kelas. Disini guru menanamkan nilai HAM berupa kebebasan memilih atau dipilih dalam suatu pemilihan yang lingkupnya masih dasar, yaitu pemilihan ketua kelas.

Penanaman nilai-nilai HAM sejak dini sangatlah perlu untuk bekal peserta didik di masa depan nanti. Karena, HAM itu akan selalu melekat dan tidak akan dapat dipisahkan dari diri manusia. Oleh karena itu, sebagai orang dewasa khususnya guru dan orang tua harus mampu menanamkan nilai-nilai HAM sehingga peserta didik akan mudah untuk memahami dan menjadikan itu pembelajaran baginya.

(Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, FIP)

VIDEO PILIHAN