Mohon tunggu...
Kamu Siapa
Kamu Siapa Mohon Tunggu... 😎😎

Aku Lupa Aku Telah Mati

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Biar Kubaca PuisiMu Berulang Kali

20 Juni 2019   22:03 Diperbarui: 30 Juni 2019   04:51 0 22 3 Mohon Tunggu...
Puisi | Biar Kubaca PuisiMu Berulang Kali
unekunekotak.com

Wahai lembaran tak bertinta, aku tahu aku hanya perantara. Tentu semua ini adalah milikMu. Nanti aku tamatkan, tetapi izinkanlah aku duduk sendirian di atas bebatuan sungai untuk menulis sekali lagi kata-kata yang terkurung di dalam banyak kepala. 

Sekeras kepala penggembala kata yang terlalu sering merelakan lolongan keledai kesayangannya, jatuh di lubang tengkorak yang sama.

Wahai pemilik air mata, aku tahu aku cuma penyewa. Tentu semua ini adalah kepunyaanMu. Nanti aku kembalikan, tetapi perkenankanlah aku menyewa banyak air matamu sebentar, untuk menghidupkan kembali matinya rasa sedih di pelupuk mata. 

Sesedih ibu dari kata-kata yang telah lanjut usia lantas dibuang oleh anak-anak huruf kesayangannya. Ia ditinggal seorang diri di hutan syair belantara, dan terjatuh dalam pelukan musim penghujan rima dan tak tahu harus berteduh di mana. Mata maknanya telah buta. Terlalu banyak memompa air mata.

Wahai tulisan tak bermata, aku tahu aku hanya perasa. Tentu semua ini adalah kisahMu. Nanti aku abaikan, tetapi biarkanlah aku berdiri di tengah keramaian cermin yang di situ bayanganku tak ada. Biar sendirian kubaca puisiMu berulang kali. Sampai mataku buta.

Sebanyak kata-katamu yang mengedip-ngedipkan mata. Minta dibaca. Tetapi mengapa kini bait-bait sucinya tertulis indah di bawah batu nisan semua. Lalu kubaca ayat-ayat Tuhan sekali saja. Semoga mataku belum lupa.

-----

IBS,20/06/19.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x