Mohon tunggu...
Afif Auliya Nurani
Afif Auliya Nurani Mohon Tunggu... Perempuan

Semakin kita merasa harus bisa, kita harus bisa semakin merasa

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

[Curhat] Perilaku Meniru Berlebihan: Gangguan Psikologis atau Penyakit Hati?

8 Juni 2020   15:35 Diperbarui: 18 Juni 2020   19:33 142 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
[Curhat] Perilaku Meniru Berlebihan: Gangguan Psikologis atau Penyakit Hati?
Sumber: news-medical.net

11 tahun silam ---ketika aku masih berseragam putih-biru, ada seorang teman yang literally suka sekali menirukan semua hal yang ada pada diriku. Bukan, bukan terlalu percaya diri. Memang kenyataannya berikut kesaksian teman-teman kami seperti itu adanya. Mulai dari cara bicara, bahasa tubuh, gaya berhijab, model berjilbab, warna kesukaan, hingga penyanyi idolaku pun dia tirukan. Aku masih ingat, saat itu pernah iseng bertanya,

"Oh, kamu juga suka Avrill?"

"Iyaaa, suka banget. Aku nge-fans dari dulu"

"Wah, dia itu aslinya Islam kan..."

"Iyaaa"

Dan aku tertawa dalam hati, sok tahu sekali kau (maafkan kejahilanku, teman :D).

Parahnya, dia sampai masuk ke SMA yang sama setelah dia mengetahui bahwa aku akan mendaftar di sana. Bagiku, itu adalah bencana. Betapa risih diri ini saat memakai barang yang sama dengannya, atau kemana-mana diikuti olehnya (bahkan saat SMA, dia ikut ekstrakurikuler yang sama denganku juga!). 

Oh man, hingga seringkali aku terpaksa mengubah beberapa hal dalam diriku agar tidak sama dengannya. Saat itu, aku sering berpikir sendiri apa kesalahan yang pernah ku perbuat hingga dia bersikap seperti itu. 

Aku benar-benar tidak tahu hingga detik ini, bahkan sepanjang hidup aku tidak berminat mengusik hidupnya. Kenapa? Kenapa dia suka sekali membuatku sangat risih?

Namun, pernah ada suatu momen di mana dia di-bully teman sekelas karena beberapa kelakuannya sangat terlihat dibuat-buat atau barang yang dia pakai tidak cocok dengannya. Aku merasa tidak enak dengannya saat itu, karena teman-teman membelaku sepenuhnya. 

Meski saat itu aku tetap merasa jengkel padanya setiap hari, lambat laun tumbuh rasa iba kepadanya sejak kejadian bullying itu. Setelah kami lulus SMA, tiba-tiba dia menghilang tanpa jejak. Semua sosial medianya mati suri, nomor Whatsapp-nya juga tidak aktif setelah dia keluar dari grup alumni. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN