Humaniora

Kepingan Ingatan

14 Februari 2018   11:35 Diperbarui: 14 Februari 2018   11:43 251 0 0
Kepingan Ingatan
nootriment.com

"kemajuan tak mungkin terjadi tanpa perubahan dan mereka yang tidak mau mengubah pemikirannya, tidak bisa mengubah apapun"-George Bernard Shaw

Masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang telah menjadi satu konsep waktu, karena waktu ingatan tercipta oleh kejadian-kejadian yang telah dilampaui oleh manusia. Ingatan manusia bisa di recall, dan muncul begitu saja baik secara sengaja atau tidak. Ingatan menjadi sebuah hal yang menarik dibahas apalagi dalam konteks dokumenter.

Sejak awal pertumbuhan tentu akan tercipta sebuah ingatan, akan tetapi pernah tidak kita mengingat kejadian ketika kita berusia 5 bulan atau ketika kita di lahirkan ? tentu tidak. Ketika mengingat kehidupan awal sebagai balita, terkadang tidak jelas apakah itu ingatan yang nyata atau kita hanya mengumpulkan kembali apa yang diceritakan orang lain tentang kita dari foto-foto pada masa itu. Memang pada masa bayi kita tidak bisa mengingat karena memori belum terbentuk secara utuh. Walaupun begitu, bayi berusia 6 bulan memiliki memori jangka pendek. Ingatan pada bayi dalam jangka panjang hanya dalam hitungan minggu atau bulan.

Ketika masih kecil, perkembangan otak manusia belum berfungsi secara optimal. Kemampuan otak baru akan berkembang saat anak memasuki usia tiga tahun. Saat masih bayi belum ada informasi yang masuk ke dalam otak itu dan hanya hal-hal kecil saja yang dapat mereka ingat. Itulah sebabnya pada masa keemasannya orang tua dilarang memberikan hal-hal buruk terhadap anak, karena mereka akan mengingat dan terbawa sampai mereka dewasa.

Ingatan pada masa kecil tidak sebanding dengan narasi yang baik. Anak kecil cenderung mengingat masa-masa yang berkesan. Seperti saat mereka ulang tahun, kejadian bersama teman-teman saat sekolah, atau kejadian traumatis yang telah menimpanya. Ingatan yang hilang bukan berarti orang tua bebas berkata apa saja kepada anak. 

Oleh sebab itu anak yang di perlakukan baik oleh orang di lingkungan sekitarnya, akan memiliki perkemabngan mental yang berbeda. Dibandingkan dengan anak yang memperoleh perlakuan buruk dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya. Karena orang tua tidak tahu anak kapan anak mengingat masa kecilnya. Maka sebaiknya kita membuat ingatan dengan si kecil sebanyak-banyaknya. Bukankah kita ingin diingat sebagai orang tua yang baik di mata anak?

Beranjak ketika dewasa, tentu sangat berbeda ketika kita masih anak-anak hal-hal yang diingat oleh orang dewasa cenderung lebih banyak. Seiring berjalannya kehidupan dan bertambahnya usia seseorang maka akan banyak hal yang terjadi. Tentu ingatan akan tercipta dengan berjalannya masa tersebut. Orang dewasa pada umumnya akan mengingat pada masa membahagiakan mereka atau hal-hal yang romantis yang mereka lewati bersama orang yang mereka cintai. 

Tak banyak dari mereka juga akan mengingat di masa sulit-sulitnya kehidupan mereka. Ketika kita ada saatnya harus menghadapi masalah, otak orang dewasa jauh lebih fokus dalam pekerjaan dengan menyelesaikan masalah langsung dengan tangan kita sendiri dan mengabaikan informasi yang tidak masuk akal. Saat usia kita bertambah, kita cenderung lebih baik dalam memahami orang lain. 

Ingatan tak selalu apa adanya bahkan lebih sering berbeda dari kenyataan. Ingatan sering liar dengan sendirinya, mengalir ke tempat yang mereka suka, mencari-cari kenyamanan dan menghindari kepedihan. Ingatan sebenarnya bukan diciptakan untuk kebenaran sebab ia tak bisa menjamin ketepatan catatan pengkodean rangkaian-rangkain sebuah peristiwa.