Mohon tunggu...
Afa Fadila
Afa Fadila Mohon Tunggu... Prodi : Pendidikan Islam Anak Usia dini

STOP WISHING START DOING!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Topik Mingguan: Bakat dan Minat

19 April 2021   22:42 Diperbarui: 19 April 2021   23:26 30 1 0 Mohon Tunggu...

Frank S freeman mendefinisikan bakat sebagai suatu gabungan indikasi karakteristik, atau kapasitas seseorang terhadap penguasaan beberapa pengetahuan, keterampilan, atau sekumpulan respon tertentu.

Sederhananya, bakat adalah komponen bawaan berupa kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu dengan level tertentu. Bakat dapat berupa fisik ataupun mental. Ada tiga dimensi bakat menurut Guilford (1995), yaitu dimensi persepsi, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual.

Bakat memiliki hubungan dengan intelegensi, di mana keduanya sama-sama sebuah potensi atau kemampuan yang menonjol seseorang yang terlihat dari cara ia bertindak, berbuat, hingga memecahkan masalah. Selain itu, bakat dan intelegensi sama-sama masih memerlukan stimulus untuk dapat berkembang dan tersalurkan sebagai karunia yang telah diberikan Tuhan.

Setelah pemahaman singkat mengenai bakat, maka selanjutnya adalah pemahaman mengenai minat, sebagai berikut:

Minat menurut Bimo Walgito (1981), yaitu suatu keadaan dimana individu memiliki perhatian terhadap sesuatu hal dan disertai keinginan untuk mengetahui serta mempelajari hingga membuktikan lebih lanjut.

Berdeba dengan W.S Winkel (1983) yang menyatakan bahwa minat merupakan kecenderungan yang menetap untuk merasa tertarik pada berbagai bidang tertentu dan merasa senang bergerak dalam bidang tersebut.

Sama seperti pendapat sebelumnya, Holland dalam Djaali (2007) berpendapat bahwa "Minat adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu".

Melalui berbagai penjelsan tadi, dapat dikatakan bahwa minat adalah aspek psikis yang dimiliki oleh seseorang dan menimbulkan rasa suka atau tertarik pada sesuatu, serta dapat mempengaruhi tidakan orang tersebut. 

Minat memiliki keterkaitan dengan dorongan dalam diri seseorang yang kemudian mendorong keinginan untuk terlibat dalam ssesuatu yang diminatinya. Individu yang berminat pada suatu hal/objek akan cenderung merasa senang bila bergerak dalam obyek tersebut, sehingga ia akan sangat memperhatikannya.

Dengan demikian bakat merupakan suatu kemampuan berasal dari dalam diri yang dibawa sejak lahir, bisa muncul atau tidak tergantung pada stimulus yang diberikan dari lingkungan. Sedangkan, minat adalah kemampuan seseorang yang berasal dari luar diri seperti keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat luas.

Meskipun bakat dan minat merupakan kedua hal yang berbeda. Akan tetapi keduanya saling berhubungan. Para ahli mengemukakan secara ilmiah bahwa ketika seseorang dilahirkan, ia memiliki 100 miliar neoron. Neuron tersebut telah berkomunikasi sejak 60 hari menjelang kelahiran, bahkan telah membentuk jalinan yang disebut dengan axon, sehingga secara otomatis sinapsis terbentuk.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN