Mohon tunggu...
afa fadil
afa fadil Mohon Tunggu... mahasiswa

STOP WISHING START DOING!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Calistung bagi Anak Usia Dini

13 November 2019   10:23 Diperbarui: 13 November 2019   10:31 229 0 0 Mohon Tunggu...

Sistem pembelajan anak PAUD sangat berbeda dengan anak pada level SD. Pada umumnya kemampuan berpikir secara logis, sistematis, serta kemampuan pola numerik yang dimiliki oleh anak pada usia dini masih belum optimal. Selain itu memaksakan anak untuk belajar membaca dan berhitung bukanlah hal yang baik untuk perkembangan sikologi anak kedepannya.

Umumnya anak usia dini yang dipaksakan untuk belajar calistung agar lulus seleksi pada saat tes masuk sekolah dasar.  Anak dituntut mampu membaca, menulis dan berhitung sebelum waktunya . Paksaan dan hukuman yang diberi jika anak tidak ingin melakukannya hanya  membuat anak semakin takut dan tidak mau lagi belajar. 

Namun pada tahun 2010 dibuat kebijakan mengenai tes calistung yang disampaikan oleh  Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kabupaten Kudus Kasmudi dalam artikel yang dipublikasi koran-sindo.com (2016) "sesuai Pasar 69 Ayat 5 Peraturan Pemerintah (PP) No 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, penerimaan siswa baru kelas I SD atau bentuk lain yang sederajat, tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan calistung atau bentuk tes lain" dan sanksi yang diberikan kepada sekolah yang masih memberlakukan tes calistung.

Lalu bagaimana jika orang tua/ pendidik tetap ingin mengajarkan calistung kepada anaknya?

Dengan menggunakan metode bermain . Anak akan mengexplor ragam bahasa, mengenal angka, tulisan hingga berhitung  melalui bermain. Pengetahuan yang dimiliki anak juga menentukan cepat atau lambatnya anak memahami bacaan dan berhitung serta seberapa sering stimulus melalui APE yang di berikan pada anak.

Bermaian justru memudahkan anak usia dini untuk mempelajati sesuatu daripada harus memaksakan anak belajar hal yang belum saatnya dipelajari. Namun jika hanya sekedar pengenalan mengenai huruf dan angka tidak lah salah, hanya saja metode yang digunakan sesuai dengan usia anak tersebut dan sesuai dengan keingintahuan anak itu sendiri. Pembelajaran mengenai membaca dan menulis pada anak hanya sebatas pengenalan bentuk huruf saja serta mebuat coretan halus di tembok ataupun kertas, lalu pemahan akan angka hanya sebatas pengenalan bentuk angka. 

Menurut pendapat Direktur Pembina PAUD Kemendikbud R.Ella Yulaelawati Ph.D dalam artikel Salmah Muslimah yang dipublikasikan  detikNews (2015), sebaiknya anak usia dini diberikan stimulus seperti mendongeng, membacakan buku cerita dengan ekspresi, bermain menggunakan APE yang berkaitan dengan huruf dan angka. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat menambah kosa kata yang dimiliki oleh anak usia dini.

Dalam tulisan yang sama Prof Netty Herawati  berpendapat jika belajar membaca itu melalui tahapan, dan tahapan pada PAUD mengenal kata-kata dengan bermain yang menyenangkan.

Calistung boleh diajarkan kepada anak usia dini tetapi dengan syarat pembelajaran tersebut menggunakan cara yang menyenangkan dan tanpa adanya pemaksaan ataupun kegiatan yang diharuskan untuk anak usia dini. Akan lebih mudah bagi anak mempelajari sesuatu hal baru dengan cara bermain. Seperti beberapa gambar huruf berwarna yang disusun menjadi sebuah tulisan, lalu dibentuklah gajah dari jejeran huruf-huruf tersebut. Namun jika anak belum tertaik dengan calistung, orangtua hendaknya tidak memberikan hukuman. Karena menurutnya anak pada PAUD tidak harus mampu membaca, menulis dan berhitung.Menurut Prof dr Fsli Jalal, SpGk, PHd, detikHealth (2014).

Membaca, menulis, dan berhitung boleh saja di ajarkan pada anak, namun dengan takaran yang sesuai dengan perkembangan anak pada usia tersebut. Metode bermain yang menyenangkan merupakan pilihan yang tepat untuk mengajarkan calistung pada anak usia dini.

Sumber : http://koran-sindo.com/page/news/2016-06-10/6/128/PAUD_Keluhkan_Tes_Calistung

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN