Mohon tunggu...
Ady Putra Wijaya
Ady Putra Wijaya Mohon Tunggu... Freelancer - Silih (Asah-Asih-Asuh-Wangi)

Tinggal di Bekasi, mencintai Bekasi dan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Menakar Urgensi Perda Kepemudaan di Kabupaten Bekasi

5 Oktober 2019   10:07 Diperbarui: 5 Oktober 2019   20:15 240
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pemerintahan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Bulan Oktober bisa dikatakan sebagai bulan pemuda. Karena di bulan ini ada momentum Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Sumpah Pemuda  pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah salah satu di antara peristiwa bersejarah bagi spirit perjuangan pemuda. 

Nilai-nilai persatuan, semangat juang pemuda, dan kesadaran kolektif perjuangan untuk membebaskan bangsa Indonesia dari cengkraman penjajah, keterbelakangan dan gurita kemiskinan menjadi identitas yang begitu melekat pada pemuda zaman itu.

Salah satu founding fathers NKRI yang juga pendiri organisasi Islam terbesar Nahdlatul Ulama (NU), Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari pernah berkata, "Didik dan bimbinglah pemuda-pemuda kita, karena mereka pewaris masa depan kita. Dan untuk perjuangan ini kedudukan pemuda sangatlah penting. Mereka akan mengarungi hidup di masa yang akan datang, saat mana kita yang tua-tua ini sudah tidak ada lagi".

 Petikan "dawuh" dari pencetus Resolusi Jihad itu memberikan arti penting bagi keberlangsungan kehidupan kepemudaan. Pemuda merupakan entitas fundamental dalam struktur sosial masyarakat. 

Sejarah telah mendeskripsikan bahwa pemuda merupakan pemeran utama dan memiliki peran strategis dalam setiap babak perjuangan dan perubahan bangsa. Tokoh-tokoh seperti Soekarno, Wahid Hasyim, Tan Malaka, Sutan Syahrir, M. Hatta, M. Natsir adalah sederet figur muda yang kemudian menjadi "ikon" dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Di Kabupaten Bekasi, peran dan kiprah perjuangan pemuda banyak terekam dalam jejak sejarah. Sebagai contoh, KH. Raden Ma'mun Nawawi Cibarusah dan KH. Noer Ali Babelan adalah dua tokoh pemuda yang menjadi memimpin dan menggerakkan pasukan hizbullah untuk melawan penjajah di bumi Bekasi.

Dilihat dari dimensi historis, pemuda menempati peran dan posisi yang cukup membanggakan. Pergerakan kepemudaan begitu nampak dalam rekam jejak sejarah. Itulah sepintas gambaran dan torehan pemuda di masa lalu yang bisa dijadikan khazanah inspirasi dan motivasi bagi pemuda masa kini. 

Kisah heroik dan prestisius pemuda di masa lalu, sekaligus bisa menjadi beban sejarah bagi generasi masa kini disebabkan beragam permasalahan yang menimpa kepemudaan saat ini.

Masalah dan tantangan pemuda saat ini begitu kompleks, tak terkecuali  di Kabupaten Bekasi. Fenomena sosial seperti tawuran, terjangkit HIV/Aids, penggunaan narkoba, degradasi moral, gerakan radikalisme dan terorisme cukup banyak yang menjerat pemuda. 

Selain itu, penetrasi kebudayaan asing melalui kemajuan teknologi internet lambat laun mengikis identitas kebudayaan lokal (local wisdom). Ditambah dengan permasalahan pendidikan dan meningkatnya pengangguran di Kabupaten Bekasi.

Persoalan yang cukup mengemuka antara lain pengangguran. Pemuda Kabupaten Bekasi seolah tak bisa berdaya untuk masuk dan bersaing di dunia kerja, padahal Kabupaten Bekasi sangat terkenal dengan sebutan daerah Kawasan Industri terbesar se-Asia Tenggara. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun