Mohon tunggu...
Rafif Adwitya Rajendra
Rafif Adwitya Rajendra Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta.

Kadang Suka menulis, kadang suka foto, kadang suka melamun.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ika Resaliya, Cerita Kuliah Daring dan Bantu Ibu Jualan Sembako

28 Juni 2020   23:43 Diperbarui: 28 Juni 2020   23:53 278 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ika Resaliya, Cerita Kuliah Daring dan Bantu Ibu Jualan Sembako
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

"Gembul," begitu teman-temanya suka memanggil. Wajahnya oval, bibir tebal, kulitnya sawo matang, rambut ikal sepundak kadang juga di ikat ini ingin Korean Wave menjadi bagian dari hidupnya. Nama aslinya Ika Resaliya, dia memliki badan kecil tingginya 160cm perawakan nya kalem. Lahir di Jepara 26 Juni 1999.

Ika menuntut ilmu di Universitas Respati Yogyakarta, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Selama kuliahnya di UNRIYO dia mendapatkan banyak sekali pelajaran di bidang komunikasi seperti Kepenulisan, Kehumasan, Korporasi, Fotografi, dan Jurnalisme yang saat ini dia tekuni. "Jurnalistik di sana saya belajar tentang berbagai macam produk jurnalistik diantaranya menulis berita, merancang media cetak, manajemen media, dan banyak lagi," tuturnya.

Masa Kuliahnya kini berubah menjadi online atau yang orang sebut dengan daring, tidak lagi di kelas fisik seperti pada normal nya. Situasi yang Ika rasakan ketika kuliah daring seperti mengalami banyak kendala dengan jaringan Internet yang susah di rumahnya.

"Kalo situasi sih lebih ke jaringan Internet, sinyal banyaknya di luar rumah. Nek kuliahnya mending biasa aja, seperti biasanya Offline".

Memang kuliah daring menjadi suatu hal yang baru bagi dia, kuliah jadi fleksibel terus perekonomian pun menurun. penyesuaian juga diperlukan karena metode pengajaran dan penggunaan fasilitas belajar yang juga berubah.

Bengkaknya biaya kuota internet hingga mengeluh tugas yang kadang porsinya berlebihan menghiasi masa kuliah daringnya. Fakta yang terjadi selama kuliah onlinenya seperti beberapa mata kuliah cuma diisi presensi menggunakan nama dan nim.

Mungkin seperti yang dia pikir beban Dosen juga bertambah makanya kuliahnya jadi seperti itu atau materi yang disampaikan semua, tidak secara berkala. Namun ada yang lebih parah, "Dosen cuma jelasin materi sekali habis itu cuma tugas terus pas ditanya malah menghilang kaya gak ada tanggung jawabnya," ucapnya.

Semenjak masa Pandemi COVID-19 Ika suka membantu Ibunya berjualan sembako mulai dari jam 6 pagi hingga jam 10 malam, kadang juga bersama adiknya. Pulang ke kota asalnya Jepara 21 Maret 2020, "aku enggak isolasi mandiri soalnya pas balik di Jepara tuh Corona belum parah dan aku jarang keluar rumah juga."

Dia bercerita hal positif yang didapat saat masa Pandemi ini kepada saya seperti, "jadi bisa bersih-bersih rumah, bantu jualan ibuku, bantu kerjain tugas adikku, main ke rumah tetangga/saudara, yang jelas jadi banyak waktu bareng keluarga sama bisa ngerjain hal-hal yang belum terselesaikan seperti nonton serial drama Korea hahaha," jawabnya dengan tawa kecil.

Segala sesuatu yang bisa dilihat, didengar dan dirasakan seperti Human Interest menjadi kunci Ika untuk selalu bersyukur menjalani masa-masa Pandemi ini, seperti harapan nya sebagai mahasiswi Ilmu Komunikasi yaitu bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang sekitarnya.

Saat ditanya setelah lulus berencana mau bekerja apa, Pengen jadi Jurnalis tapi pengen juga jadi Copy Writer/Content Writer gitu," jawabnya dengan tertawa dan berharap untuk tidak membully saat diwawancara Jumat (12/6/2020).

Rafif Adwitya Rajendra.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN