Mohon tunggu...
Advertorial
Advertorial Mohon Tunggu... Editor - Akun resmi Advertorial Kompasiana

Akun resmi Advertorial Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Redefining The Pathways of Global Cooperation: Striving towards amidst Economic and Political Crises

1 Desember 2022   17:47 Diperbarui: 1 Desember 2022   17:51 268
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berbicara mengenai critical minerals, telah terjadi konsentrasi di beberapa negara dalam bidang ekspor-impor, dengan peran China yang cukup besar. Daria Taglioni mengatakan bahwa konsentrasi terhadap suatu critical material merupakan suatu masalah yang besar bagi perdagangan internasional, namun juga sebuah biang besar bagi difusi teknologi. 

Daria Taglioni juga menambahkan bahwa Indonesia termasuk dalam negara yang kaya akan critical minerals. Akan tetapi, Indonesia juga perlu tetap waspada sehingga sikap tetap menjaga perdagangan terbuka dan terprediksi merupakan hal yang vital.

Tharman Shanmugaratnam

Pada era belakangan ini, permasalahan ekonomi dalam semua sektor datang bermunculan secara bersamaan di seluruh negara. Permasalahan tersebut saling berkaitan antara satu sama lain sehingga krisis antar sektor dan negara tidak dapat terelakan terjadi. 

Sistem ekonomi dunia pada saat ini sedang terganggu, inflasi yang terjadi di seluruh negara tanpa terkecuali mengakibatkan terjadinya resesi, bahkan terdapat ancaman mengenai terjadinya resesi yang besar di tahun mendatang. 

Semua negara harus membuat kebijakan moneter dan fiskal yang tepat untuk mengatasi krisis ini, berbagai kebijakan sudah diambil untuk kembali menstabilkan ekonomi karena perekonomian jangka pendek akan sangat mempengaruhi perekonomian jangka panjang.

Sekarang ini, masyarakat dunia hidup berdampingan dengan COVID-19 dan hal ini akan terus berlanjut sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Secara global, salah satu hal serius yang paling dirasakan adalah dampaknya terhadap edukasi. 

Dengan adanya COVID-19, kesempatan anak-anak untuk belajar akan hilang akibat adanya penutupan sekolah, padahal mereka merupakan investasi bagi bangsanya di masa depan. Dalam sistem geopolitik, sudah menjadi kewajiban bagi setiap negara untuk menjaga hubungan antar satu sama lain sehingga tidak terjadi pembagian kubu-kubu dan aliansi-aliansi yang akan mempersulit hubungan kerja sama di era yang sulit seperti ini. Ketidakpastian akan masa depan yang terjadi akibat COVID-19 mengharuskan setiap negara untuk mengambil langkah preventif dibandingkan represif karena hal tersebut akan menimbulkan biaya yang luar biasa jika tidak kita cegah.

Perubahan iklim juga harus diantisipasi seperti mulai mengubah penggunaan energi yang tidak terbarukan menjadi terbarukan. Hal ini tidak hanya ditujukan karena kelangkaan saja, tetapi untuk kesejahteraan sosial baik untuk masa sekarang maupun masa depan.

 Dengan melakukan hal tersebut, masyarakat dunia dapat merasakan kehidupan dengan lingkungan yang lebih baik, akses untuk air bersih, dan yang lainnya. Gerakan besar sudah mulai diambil oleh Singapore, Indonesia, dan seluruh negara lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup di setiap negara tersebut dan menjamin kehidupan berkelanjutan. 

Pada akhirnya, sesuatu yang terjadi baik internasional maupun nasional membutuhkan kepercayaan, baik kepercayaan kepada pemerintah maupun dalam kerja sama antar negara-negara dunia. Multilarisme harus digalakkan, salah satu perwujudannya yaitu dalam G20. 

G20 memiliki peran yang luar biasa dengan mengumpulkan sumber daya yang terdapat dari setiap negara dan menggunakannya bersama-sama untuk mengatasi permasalahan global. Kedepannya, dalam mengatasi atau mencegah terjadinya permasalahan ataupun krisis-krisis yang tidak diinginkan, dibutuhkannya infrastruktur publik yang memadai, baik dalam internasional maupun nasional sehingga dibutuhkan kerja sama multilateral untuk melakukan pembangunan sehingga masalah tersebut dapat diatasi.

Andrea Goldstein

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun