Mohon tunggu...
Adrian Chandra Faradhipta
Adrian Chandra Faradhipta Mohon Tunggu... Menggelitik cakrawala berpikir, menyentuh nurani yang berdesir

Praktisi rantai suplai dan pengadaan barang/jasa di industri minyak dan gas Indonesia dengan ketertarikan pada dunia wisata, politik, sosial, budaya, kepemudaan, sastra dan organisasi. Penulis buku Horizon terbitan Ellunar Publisher dan urun menulis buku antologi puisi Elipsis terbitan Ellunar Publisher serta Di Balik Ruang Tanpa Garis Temu terbitan Alinea Publishing. Pendiri dan penggiat literasi Pojok Baca Muaradua (POBAMA) yang menjadi induk Taman Baca Mekakau Ilir (TABAMA), Galeri Baca Ranau (GABARA) serta Taman Baca Padang Bindu (TAPADU) *semua tulisan adalah pendapat pribadi terlepas dari pendapat perusahaan atau organisasi

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Malang Strudel yang Struggle, Pelajaran Pentingnya Merangkul Teknologi Digital

21 September 2020   06:14 Diperbarui: 21 September 2020   06:44 260 9 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Malang Strudel yang Struggle, Pelajaran Pentingnya Merangkul Teknologi Digital
Ilustrasi. Sumber: Screenshot Youtube Sandiuno TV

Pagi ini saya menyaksikan sebuah program diskusi bernas yang dibawakan oleh Sandiaga Uno, mantan calon wakil presiden sekaligus pengusaha kawakan Indonesia yang diberi nama Sandi Open For Business di Sandiuno TV.

Episode kali ini Sandi mewawancarai Teuku Wishnu dan Shireen Sungkar mengendai bisnis oleh-oleh mereka yang sangat terkenal yaitu Strudel Malang.

Strudel Malang ini sudah menjadi salah satu merek oleh-oleh artis yang pertama dan paling terkenal dan masih bertahan sampai saat ini.

Di masa pandemi ini Teuku Wishnu menyatakan mereka sangat struggle dengan menurunnya jumlah wisatawan yang datang ke Malang. Mereka selama ini hanya fokus pada bisnis offline dengan membuka gerai langsung untuk pembeli berkunjung dan membeli.

Dampak besar yang mereka rasakan sangat besar setidaknya 7 dari 8 cabang Malang Strudel di kota malang yang harus ditutup. Banyak pegawai yang harus dirumahkan juga belum lagi para vendor bahan baku serta penunjang lainnya. Penjualan di sisa gerai yang ada pun turun lebih dari 70% dari hari biasa.

Ilustrasi. Sumber: mohix.com dalam laman liputan6.com
Ilustrasi. Sumber: mohix.com dalam laman liputan6.com
Pemanfaatan Teknologi Digital

Teuku Wishnu dan Shireen SUngkar mengakui bahwa fokus mereka pada berjualan secara offline memang membawa tantangan tersendiri di masa pandemi ini.

Dari diskusi dengan Sandi juga memang Malang Strudel melakukan berbagai pendekatan digital untuk kembali bangkit terutam di masa Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal ini.

Kerjasama dengan instansi pemerintahan baik Kabupaten Malang, Kota Malang, Kementerian Pariwisata bahkan pelaku bisnis lainnya mereka lakoni. Pendekatan digital semisal promosi melalui Instagram Live dengan harga khusus, menyelenggarakan webinar, serta pemanfaatan media sosial mereka optimalkan.

Perlahan akhirnya Malang Strudel mulai bangkit dan wisatawan mulai berdatangan meski masih jauh dari sebelum pandemi tetapi setidaknya mulai berhasil.

Mereka juga mengemukakan bahwa ketahanan produk Malang Strudel yang tidak lama juga menjadi tantangan bagi mereka dimana persediaan produk harus diatur sedemikian rupa agar tidak menjadi beban biaya yang terbuang percuma.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN