Mohon tunggu...
Adrian Chandra Faradhipta
Adrian Chandra Faradhipta Mohon Tunggu... Menggelitik cakrawala berpikir

Seorang kuli di industri minyak dan gas Indonesia dengan ketertarikan pada dunia traveling, politik, sosial budaya, kepemudaan, sastra dan organisasi. Penulis buku Horizon terbitan Ellunar Publisher (Agustus 2020), urun menulis buku antologi puisi Elipsis terbitan Ellunar Publisher (September 2020) dan Di Balik Ruang Tanpa Garis Temu, Fun Bahasa terbitan Alinea Publishing (September 2020).

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi: Memaknai Pagi

15 September 2020   06:15 Diperbarui: 15 September 2020   06:57 34 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Memaknai Pagi
Ilustrasi. Sumber: dokumentasi pribadi

Memandangi cakrawala pagi ini
Terasa selesa di hati
Dersik beresonansi mengiringi
Meski mega kulihat menjadi lindap bersembunyi dari mentari

Kali ini biarkan hari kita saja yang bicara
Jika perlu izinkan dia berteriak menggema sampai ke gugusan bukit di sana
Tak perlulah susah payah bertanya mengapa dan bagaimana
Sejenak letakkan beban pikiran agar tidak berujung menjadi elegi semata

Syukuri, resapi, nikmati
Sebelum ia berjalan pergi
Berganti lagi

(Parongpong, 14 September 2020)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x