Mohon tunggu...
Adolf Izaak
Adolf Izaak Mohon Tunggu... Karyawan swasta -

Orang kantoran tinggal di jakarta yang suka moto, traveling, di negeri tercinta Indonesia. bercita-cita ingin menjadi travel writer, travel photographer, khusus Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kehebatan Atraksi Jupiter Aerobatik Team

28 April 2017   16:42 Diperbarui: 28 April 2017   16:45 652
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pengunjung yang cukup padat di apron selatan Bandara Halim Perdanakusuma, jakarta, siang itu mendapat suguhan langka. Jarang-jarang bisa menyakskan setiap waktu. Suguhan atraksi udara yang sangat mengagumkam. Siapa pun ia yang hadir saat itu, baik dari kalangan penerbangan maupun sipil, pasti akan di buat di buat puas.

Sejak di umum-kan pemandu acara “puncak” segera dimulai, segera menyiapkan kamera dengan perangkatnya. Belajar dari kegagalan pertama mengabadikan momen yang membutuhkan ekstra ketrampilan motret. Obyeknya bergerak cepat. Jika hanya memakai smartphone, pasti akan cepat terlewatkan begitu saja tanpa sempa terekam dalam frame.

Secara peralatan, kamera lama yang sudah setia menemani 5 tahun lebih dan sudah ku bawa jalan-jalan keliling nusantara, EOS 550D, batery kamera dalam kondisi full. Setting kamera aku atur saja di “P”. Yang penting pemilihan lensa yang tepat. Lensa sederhana 70-300 mm sudah ready.

Ya itulah atraksi dari Jupter Aerabotaik Tim, yang disingkat JAT. Memeriahkan Bulan Dirgantara Indonesia, 20-23 April 2017, sengaja di terbangkan dari Yogyakarta sebagai markasnya. Salah satu tim akrobatik udara di bawah naungan TNI Angkatan Udara hadir tidak hanya memukau. Lebih dari itu membangun rasa kagum akan kehebatan 6 pilot yang yang menggunakan pesawat latih KT-1B Woong Be buatan Korea Selatan.

Menilik sejenak awal pembentukan awal tahun 1996, sebagai Skadron Khusus untuk melakukan Akrobatik udara. Sampai sekarang sangat aktif unjuk kemampuan baik dalam maupun luar negeri. Sempat juga “menghilang” alias vakum selama kurang lebih 6 tahun dari tahun 2002 sampai 2008.

Menjadi “penari” yang berakrobatik di udara bukanlah main-main. Butuh kesempurnaan baik dari sisi ketrampilan para pilot maupun kondisi pesawat. Pilot harus sehat fisik jasmani dan rohani sebelum terbang sudah pasti. Bahkan harus di atas rata-rata.

Kondisi pesawat harus sempurna. Tidak hanya sekedar terbang. Lebih dari itu harus mampu “menari” berakrobat. Kesempurnaan,zero fault, tidak boleh ada kesalahan selama melakukan manuver. Apalagi melakukan manuver yang sangat berbahaya.

Butuh latihan intensif berbulan-bulan agar bisa sempurna melakukan “tarian” indah di udara. Dalam setiap tampilan notabene sebagai atraksi mahal dan berbahaya. Setiap pilot tidak hanya di tuntut memiliki jiwa pemberani. Lebih dari itu, trampil, perhitungan, tidak individualis, mampu kerja sama tim. Saat tampil bukan petunjukan individu melainnkan satu tim.

Menyaksikan bagaimana pilot mengendalikan pesawat agar tampil indah, sempat terpikir apakah tidak ada beban psikis dalam jiwa masing-masing pilot. Bagaimanapun setiap pilot anggota JAT harus pertanggungjawabkan pesawat yang di bawanya. Dari segi harga ngga main-main. Setiap pesawat yang seharga 70 US dollar, atau sekitar 95 milyar rupiah dengan kurs Rp 13.500. Terbang, “menari”, mendarat kembali selamat. Begitulah rutin puluhan kali harus dilakukan. Saya ngga bisa membayangkan. Lah bawa mercy yang harganya 1 milyar udah bikin ngeri, apalagi pesawat yang puluhan milyar....ck...ck...ck....

Wajar tidak sembarang penerbang yang terpilih bergabung dalam tim JAT. Meskipun sudah penerbang tetap harus di seleksi ketat. Para pilot JAT semuanya ber-level INSTRUKTUR. Untuk bisa mencapai level itu berarti sudah pengalaman jam penerbangan sudah di level lebih dari “baik”, tidak hanya lebih dari “cukup”. Menilik kualifikasi masing-masing pilot, rata-rata sudah mahir menerbangan berbagai jenis pesawat tempur yang di milikii TNI AU.

Kekaguman pengunjung termasuk saya melihat “tarian” indah, selain kualifikasi para pilot JAT juga kondisi pesawat. Jika tadi para pilot yang tidak sembarang penerbang yang memiliki kualifikasi tempur, pesawatnya pun juga harus di seleksi. Gesit, bertenaga, nyaman, mampu melakukan manuver sulit, sebagai salah satu dari sekian persyaratan teknis pesawat untuk melakukan akrobatik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun