Mohon tunggu...
Adolf Izaak
Adolf Izaak Mohon Tunggu...

Orang kantoran tinggal di jakarta yang suka moto, traveling, di negeri tercinta Indonesia. bercita-cita ingin menjadi travel writer, travel photographer, khusus Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Wisata Artikel Utama

Memeringati HUT TNI AU dengan Menyusup ke Pangkalan Halim Perdanakusuma

9 April 2017   13:57 Diperbarui: 9 April 2017   14:53 0 5 4 Mohon Tunggu...
Memeringati HUT TNI AU dengan Menyusup ke Pangkalan Halim Perdanakusuma
Dokumen pribadi. Motret dari dekat pesawat Sukhoi bersama crew darat

Hunting & Wisata Dalam Rangka Memperingati HUT TNI AU

Berawal salah satu komunitas fotografer yang bekerja sama dengan TNI AU mengadakan lomba foto terbuka untuk umum. Kegiatan dalam rangka HUT TNI AU. Temanya pasti seputar dunia dirgantara. Lokasinya di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Di infokan obyek yang bisa di foto.

Tanpa berpikir panjang lagi segera aku merespon ajakan hunting dalam rangka HUT TNI AU. Sebagai penggemar dunia penerbangan termasuk militer, sangat mendapat kesempatan foto pesawat koleksi TNI AU. Selain itu ada juga atraksi. Kesempatan langka. Meskipun tidak memiliki kualifikasi untuk lomba. Udah kalah sebelum perang duluan. Udah minder duluan pasti ngga menang. Tapi paling tidak bisa mendapatkan momen yang aku aku suka selama event lomba.

Tanpa ragu-ragu aku mengajukan cuti. Berhubung salah satu dari tiga hari penyelenggaran lomba di adakan di hari kerja. Tidak peduli hari hari di mana aku mengajukaan cuti kerjaan lagi banyak, demi momen langka harus aku ajukan. Hahaha...kadang prinsip, “Kerjaan Jangan Mengganggu Hobi”, harus aku terapkan. Beruntung pimpinan menyetujui setelah aku beralasan ada acara keluarga penting. Bohon dikit ngga apa-apa dech.

Benar saja. Harapan sesuai kenyataan di lapangan. Setelah pendaftaran ulang di salah satu Skadron TNI AU di Halim, kami dipersilakan menuju tempat yang diizjinkan bagi peserta lomba. Sebelum memasuki area semua tas diperiksa. Barang mudah berbahaya mudah terbakar termasuk rokok dan korek api harus ditinggalkan.

Dokumen Pribadi. Pesawat Sukhoi sedang Taxi jelang take off
Dokumen Pribadi. Pesawat Sukhoi sedang Taxi jelang take off
Di areal hunting, sudah banyak peserta hunting. Rasanya ada lebih 200 peserta. Kebanyakan memang fotografer. Baik yang sudah profesional maupun amatir macam saya ini. Areal dibatasi. Ada beberapa provost yang menjaga mengawasi peserta lomba. Namun aku pribadi tidak merasa takut. Tetap merasa bebas dan asyik-asyik aja di areal militer yang sehari-hari terlarang untuk kalangan sipil.
Dokumen pribadi. F-16 setelah terbang latihan
Dokumen pribadi. F-16 setelah terbang latihan
Bagiku pribadi event hunting seperti ini idem sama saja dengan wisata. Kalau ada istilah wisata kuliner, wisata budaya, wisata sejarah, wisata pantai, hhhmmm...kali ini aku sebut apa ya? Wisata militer barangkali tepat ya walau agak maksa.

Iya lah sesuai kondisi. Motret kegiatan hobi yang mengasyikkan. Ngga beda dengan wisata, rekreasi. Kebetulan saja kali ini berada di lokasi militer dan obyek yang di foto ber-kaitan dengan militer. Terasa lebih istimewa di banding wisata lainnya karena boleh masuk ke areal yang sangat terbatas hanya kalangan tertentu saja yang boleh masuk. Kalau saja bukan dalam rangka lomba pastilah tidak bisa “leluasa” masuk dan motret.

Dokumen pribadi. Dari jarak cukup dekat bisa motret F-16 sedang taxi jelang take off
Dokumen pribadi. Dari jarak cukup dekat bisa motret F-16 sedang taxi jelang take off
Dokumen pribadi. Salah satu atraksi udara penerjunan pasukan
Dokumen pribadi. Salah satu atraksi udara penerjunan pasukan
Dokumen pribadi. Atraksi udara peragaan terbang formasi
Dokumen pribadi. Atraksi udara peragaan terbang formasi
Dokumen pribadi. Atraksi seru manuver Sukhoi
Dokumen pribadi. Atraksi seru manuver Sukhoi
Dokumen pribadi. Peragaan pengisian bahan bakar di udara
Dokumen pribadi. Peragaan pengisian bahan bakar di udara
Rasanya harus buang image kalangan tentara dengan muka serius, galak, tegas, mata penuh awas. Justru saat itu kami merasakan keramahan personil TNI AU di lokasi. Mulai dari provost yang bisa di ajak ngobrol santai. Eeee....mau juga diajak foto bareng. Wooow...

Ada juga pilot tempur yang menghampiri lokasi lomba, menyapa dan bersedia di ajak ngobrol peserta. Tidak kusia-siakan untuk mengajak foto bareng. Kapan lagi bisa foto bareng pilot tempur yang notabene “orang pilihan”. Iya lah bukan lebay...untuk mengendalikan pesawat tempur pasti membutuhkan intelektual, skill, di atas rata-rata.

Selama 3 hari kegiatan lomba, kami mendapat kesempatan motret pesawat tempur terkini yang menjadi kebanggaan negeri ini. Sebutlah F-16, Sukhoi, pesawat latih. Motret dari dekat hanya berjarak beberapa meter saat diparkir. Hanya saja tidak boleh menyentuh. Ooooowww....sungguh ini kesempatan langka.

Dokumen pribadi. Saat F-16 landing menyelesaaikan missi latihan
Dokumen pribadi. Saat F-16 landing menyelesaaikan missi latihan
Dokumen pribadi. Berbaris rapi pesawat latih taxi jelang take off
Dokumen pribadi. Berbaris rapi pesawat latih taxi jelang take off
Dengan teknisi pesawat, di saat mereka istirahat, kami pun boleh mendekati dan ngobrol santai dengan mereka. Lagi-lagi bukankah kesempatan langka. Sehari-hari di Halim atau di lokasi militer jangan harap bisa ngobrol dengan mereka. Sama-sama senang, salah satu penuturan teknisi/crew darat yang sehari-hari bertugas di Madiun. “Senang bisa interaksi dengan orang sipil apalagi dari teman-teman fotografer. Selama ini gaul sama warga setelah tugas di pangkalan,” lanjutnya dengan logat Jawa medhok. Mengalirkan obrolan ringan, santai, diselingi canda. Hanya saja teknisi yang satu ini tidak ingin difoto dan tidak boleh disebutkan nama dan pangkatnya jika dipublikasikan. Cukup diingat saja.

Yang seru saat motret atraksi. Konteksnya atraksi tadi adalah gladi resik sebelum hari H yang akan dihadiri para petinggi negeri ini. Pergerakan pesawat tempur saat taxi menjelang take off sampai manuver di udara.

Dokumen pribadi. Salam dari pilot Sukhoi kepada peserta lomba foto
Dokumen pribadi. Salam dari pilot Sukhoi kepada peserta lomba foto
Dokumen pribadi. Jejeran pesawat F-16, parkir rapi jelang terbang
Dokumen pribadi. Jejeran pesawat F-16, parkir rapi jelang terbang
Sejumlah pesawat Hercules yang bongsor, terbang pendek, dengan formasi rapi lalu “melontarkan” isinya yaitu para prajuri Kopaskhas. Keluar dari pesawat secara masal mulai dari parasut belum mengembang sampai mengembang dan melayang-layang. Sungguh pemandangan menarik.

Overall sejumlah atraksi di udara sungguh membuat bangga. Meski katanya sich pesawat tempur TNI AU masih memiliki keterbatasan, saat menyaksikan terbersit rasa kagum akan kemampuan para pilot. Memang peralatan tempur termasuk pesawat tempur milik TNI AU bukan untuk meng-intervensi negara lain. Namun jangan coba-coba menyusup. Kita akan berikan perlawan. Betul...pernah baca berita pilot tempur ditugaskan untuk menghentikan pesawat asing yang melanggar wilayah negeri ini.

Dokumen pribadi. Foto dulu bersama salah satu pilot pesawat tempur
Dokumen pribadi. Foto dulu bersama salah satu pilot pesawat tempur
Dokumen pribadi. Foto bareng dengan Letnan penerbang Helmi, salah satu pilot pesawat CN 235 versi milter. Ternyata masih muda usianya
Dokumen pribadi. Foto bareng dengan Letnan penerbang Helmi, salah satu pilot pesawat CN 235 versi milter. Ternyata masih muda usianya
Dokumen pribadi. Foto bareng dengan provost TNI AU
Dokumen pribadi. Foto bareng dengan provost TNI AU
Salah satu yang tidak bisa di hapus dalam perjalanan kejayaan TNI AU adalah insiden di atas Pulau Bawean tanggal 3 Juli 2013. Saat itu 2 pesawat tempur F-16 TNI AU berhadapan dengan pesawat tempur F-18 milik Armada Amerika. Ngga tanggung-tanggung yang dihadapi raksasa militer Amerika.....

Saat itu armada Amerika yang terdiri Kapal Induk USS Carl Vinson, yang didampingi sejumlah pengawal berupa kapal perusak dan fregat, masuk wilayah negeri ini. Namun mereka meng-klaim sebagai perairan internasional. Tidak main-main segera dikirim 2 jet tempur yang notabene buatan Amerika.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2