Mohon tunggu...
Brader Yefta
Brader Yefta Mohon Tunggu... Insinyur - Menulis untuk berbagi

Cuman tuk refreshing aja....

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Artikel Utama

Arus Balik Pasca Hari Pertama Lebaran, Tidur di Lorong Kapal Feri Bali-Lombok

4 Mei 2022   02:03 Diperbarui: 8 Mei 2022   13:05 1213 39 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dokpri_Penumpamg di dalam ruangan berkaca

Just Sharing.....

Maksud hati balik lebih awal, ternyata banyak penumpang lain berpikir yang sama. Mungkin sepakat menghindari riuh ramai padat di atas kapal. Namun realitanya ya memang tak dapat kursi satu pun. 

Semua penuh terisi. Padahal tadi saat masuk ke dalam kapal dengan kendaraan, hanya sepeda motor yang terparkir. Belum ada mobil, bis dan truk ekspedisi. Maunya berharap dapat kursi dan bed yang masih tersedia.

Waktu menunjukkan pukul 22.00 WITA ketika saya memarkir kendaraan. Sebenarnya mau ikutan kapal yang berangkat jam 12 malam agar bisa tiba pagi jam 5 atau jam 6 di Pelabuhan Lembar Lombok. 

Estimasi lama penyeberangan segitu bisa dipakai istirahat tidur agar paginya lumayan segar untuk bisa langsung beraktifitas. 

Ternyata saya kecele. Demikian juga para penumpang lain yang bersamaan naik ke dek dua dan tiga. Hanya berpandangan sesaat lalu segera berpencar cari tempat di lorong-lorong kapal.  Bersyukur saya bawa karpet yang dulu dibeli di atas kapal.

Karpet praktis sudah di tangan. Nah, cari tempat di kapal yang susah. Karena penumpang lain sudah gelar tikar, gelar kardus, gelar sarung hingga gelar mantel hujan... hehe. 

Dokpri_tak kebagian di dalam terpaksa tidur di lorong
Dokpri_tak kebagian di dalam terpaksa tidur di lorong

Mau gimana lagi. Kalau berangkat malam kayak gini dengan rata-rata waktu tempuh lima sampai tujuh jam  di atas kapal, lebih baik rasanya melepas penat dengan tidur sepertu halnya di rumah. 

Beda dengan berlayar pagi atau siang. Masih bisa mengisi waktu dengan ngobrol sesama penumpang, main HP atau foto-foto selfi atau view menarik dari atas kapal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Lihat Kisah Untuk Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan