Mohon tunggu...
Brader Yefta
Brader Yefta Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis untuk berbagi

Just Sharing....Nomine Best in Specific Interest Kompasiana Award 2023

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Bila PNS Bolos akan Dipecat, Apa Karena Ada Banyak yang Seperti Itu?

21 September 2021   13:09 Diperbarui: 21 September 2021   13:10 192
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Hanya coretan ringan dari warung kopi....

Pikir punya pikir, kebayang aja bila pemerintah serius dengan Peraturan Pemerintah terkait disiplin PNS. Salah satunya sanksi dipecat bila kerap bolos tanpa alasan jelas. 

Dari jaman masih bocah, saya dah tau kalo PNS sering nongkrong di kantin, main gaplek dan domino di waktu kerja, belanja ke pasar tradisional meski belum jam pulang hingga selentingan lebih banyak pegawai dibanding kursinya. 

Mungkin kebiasaan itu jaman dulu pertengahan 80 an hingga 90 an. Tak lagi di jaman now. Soalnya Opa ( Kakek) dan Papa juga PNS sehingga kerap diajak ke kantor pemkab ato pemprov dan pemandangan demikian sangat membekas di memori. 

Saat masih SD, kerap sepulang sekolah mampir ke ruang kantor mereka agar bisa pulang samaan ke rumah ortu di komplek perumahan PNS. Dulu masih sistem nya biro biro. Biro pemerintahan, biro keuangan dan sejumlah biro lain. 

Setelah kuliah dan selesai, saya justru ndak terlalu kepengen jadi PNS. Entah mungkin lantaran sudah tau seperti apa dan bagaimananya. Namun tetap ada kebanggaan jadi anak PNS. Bisa dibiayai negara meski sederhana dan cukup. 

Well...Jaman ortu dengan jaman anak beda, apalagi berlanjut ke masa yang akan datang jaman nya cucu ato cicit kelak. 

Setiap anak lahir pada masa dan eranya. Bahkan orang tua pun ngga bisa memprediksi akan seperti apa era nya buah hati mereka di usia produktif sebagai tenaga kerja baru. 

Selain bakat dan minat, banyak sektor akan tumbuh seiring kebijakan negara, faktor politik, faktor ekonomi, trend gaya hidup dan perkembangan teknologi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun