Mohon tunggu...
Adolf Isaac Deda
Adolf Isaac Deda Mohon Tunggu... Insinyur - Menulis untuk berbagi

Tertarik pada dunia finance, civil engineering, traveling dan sosial issue. Menulis hanyalah hobi sekalian refreshing. Email :yeftaadolf@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Makan Hanya 20 Menit di Tempat, Aturan Pelonggaran PPKM Level 4 dan Potensi "Bahaya" yang Mungkin Terjadi

27 Juli 2021   00:28 Diperbarui: 27 Juli 2021   00:55 151 23 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Makan Hanya 20 Menit di Tempat, Aturan Pelonggaran PPKM Level 4 dan Potensi "Bahaya" yang Mungkin Terjadi
Dokpri_warung makan sebelum Corona

Just Sharing....

Kemarin resmi Presiden memperpanjang masa PPKM dengan level-level nya pada skala kota dan kabupaten. 

Di hari yang sama, sebuah tragedi terjadi di dekat tempat tinggal. Salah seorang pedagang bakso, meninggal lantaran sesak napas di lokasi jualannya. 

Saya memang ngga pernah makan di sana, baik beli bungkus atau makan di tempat. Tapi saya tau karena di sebelah warung bakso itu, ada warung lalapan ikan bakar yang sebelum Covid, langganan saya. Kebetulan pedagang lalapan itu dulunya salah satu nasabah di kantor. 

Karena lokasi kedua warung itu adanya di pusat kota, dan tepat di seberang mini market modern XXXMXRT yang sebelum pandemi buka 24 jam, banyak warga meski ngga makan di situ, juga pada tau. 

Sontak kematian pedagang bakso tersebutyang didiagnosa Covid oleh tim medis di Rumah Sakit Daerah (RSD), cukup bikin heboh. 

Saya ngga tau info tersebut, namun manakala kemarin sore melintas salah satu jalan kecil di sekitar lokasi dagang tersebut, cukup terkejut menemukan jalan dipalang. Ngga bisa lewat.  Ada tetangga di sekitaran situ melarang lewat. Disuruh putar balik atau ambil jalur lain saja. 

Akhirnya mengalah, namun jadi bertanya-tanya kenapa diblokir.Dugaan terkuat pasti ada yang isoman di RT tersebut akibat positip Covid. Ternyata baru tau malamnya, setelah salah seorang teman mengirim WA ke saya. 

" Mas...Pak Lek bakso itu meninggal karena Covid, yang di depan minimarket itu," demikian pesan yang dikirim. 

Wah benar berarti perkiraan saya. Pantesan warga di sekitaran situ memblokir jalan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x