Mohon tunggu...
Adolf Isaac Deda
Adolf Isaac Deda Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

Seorang sarjana teknik yang tertarik pada dunia finance, civil engineering, traveling dan sosial issue. Menulis hanyalah hobi sekalian refreshing. Email :yeftaadolf@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Ketika Umi Pipik Mengaku Dirinya Dipoligami Almarhum Uje, Apa Faedahnya?

9 Mei 2021   15:16 Diperbarui: 9 Mei 2021   15:20 187 30 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ketika Umi Pipik Mengaku Dirinya Dipoligami Almarhum Uje, Apa Faedahnya?
dokpri_tusanbagus

Hanya coretan ringan dari sisa kopi semalam....

Tak habis pikir. Sedang enak-enaknya menyeruput kopi tadi malam, sebuah tayangan berita di TV menarik perhatian. 

Soal Umi Pipik, janda Almahum Ustad Jefri yang bikin pengakuan jujur. 

"Cuma kalau yang ketiga, karena public figure jadi saya nggak mungkin akan mengucapkan itu. Ini sudah masa lalu beliau, dan anak-anak saya juga tahu kok," ungkap mantan gadis sampul majalah Aneka di dekade 90 an itu. 

Bila istri sah belahan jiwa almarhum ustad muda kondang, yang semasa hidupnya disegani juga oleh pemeluk agama lain bisa bicara demikian, berarti sulit bagi publik tuk menyangkal. 

Seingat saya, almarhum Uje merupakan perintis ustad -ustad muda untuk berdakwah di saluran TV, yang sebelumnya lebih banyak diisi  penceramah senior semacam Pak KH Zaenudin MZ. 

Umi Pipik yang bernama lengkap Pipik Dian Irawati, menikah dengan Uje pada tahun 1999. 

Uje berpulang pada tahun 2013 dengan meninggalkan 4 orang anak, dengan nama-nama  depannya yakni Adiba Khanza, Abidzar,Ayla dan Attaya. 

Tentu sebuah pergulatan hidup bagi seorang Pipik, yang dikala itu masiih berstatus janda muda lantaran usianya masih dibawah 40 tahun. 

Menjadi single Mom dan membesarkan anak-anak meski ada keluarga besar, butuh kesiapan mental,fisik dan finansial. 

Saya yang kebetulan juga mengalami sendiri bagaimana menjadi anak yang dibesarkan Single Mom ketika Papa almarhum, tentu bisa sedikit merasakan bagaimana perjuangan seorang Ibu yang seperti itu. 

Berat memang berat, itu harus diakui. Beban ke psikologi ke anak-anak juga manakala ditinggal yatim ketika masih kanak-kanak. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x