Mohon tunggu...
Adolf Isaac Deda
Adolf Isaac Deda Mohon Tunggu... Insinyur - Menulis untuk berbagi

Tertarik pada dunia finance, civil engineering, traveling dan sosial issue. Menulis hanyalah hobi sekalian refreshing. Email :yeftaadolf@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Work From Destination, Ide Bagus Namun Waktunya Ngga Bagus

7 Januari 2021   16:50 Diperbarui: 7 Januari 2021   19:33 258 31 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Work From Destination, Ide Bagus Namun Waktunya Ngga Bagus
Dokumen Pribadi_Truk Cargo dan Kapal Barang di Pelabuhan Badas Sumbawa Besar, dua transportasi lintas pulau

Keputusan yang tepat pada waktu yang salah, kadang sulit diterapkan....

Saya tertarik dengan ide WFD alias Work From Destination yang digagas Bang Sandiaga Uno. Menteri baru Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif yang belum ada sebulan dilantik ini, ide dan strateginya lumayan unik. Mengapa? Mungkin beberapa di bawah ini alasannya. 

1. Geografis Indonesia,negara kepulauan dengan sebaran propinsi dan kabupaten. 

Setahun lalu saya ke Korea Selatan. Lama penerbangan dari Jakarta ke Bandara di Negeri Ginseng itu kurang lebih 7 jam tanpa transit. Saya kepikiran jarak tempuh yang hampir sama bila saya menumpang pesawat dari Jakarta ke Merauke dengan transit di Bandara Sentani Jayapura. 

Padahal itu masih dalam satu negara. Tentu akan lebih lama bila terbang dari Aceh sampai ke Papua, bisa hampir setengah hari di udara Luar biasa kakak!

2. Persebaran tak merata, sumber daya alam dan pusat aktifitas masyarakat di skala regional atau nasional. 

Contoh sederhana, Pulau Sumbawa sebagai salah satu pulau di di Propinis NTB, dikenal sebagai sentra produksi jagung nasional. Hasil dari perkebunan jagung milik warga, dikumpulkan dan diangkut dengan kapal lewat Pelabuhan Badas ke Surabaya dan daerah lain di Indonesia. 

Tak hanya jagung, tapi juga  hewan seperti sapi dan kerbau. Bahkan para pembeli ternak itu datang dari Toraja Sulawesi. Untuk hasil bawang dan hasil bumi lain di migrasikan lewat jalur darat menggunakan truk bermuatan cargo. 

Lalu lintas ekspedisi yang menggunakan jasa kapal fery turut menghidupkan penyeberangan Sumbawa-Lombok, Lombok-Bali dan Bali-Banyuwangi.Itu hanya salah satu realitas di negeri ini, bahwa perputaran barang dan jasa lintas kabupaten lintas propinsi.

Contoh lain dalam hal pendidikan, mengapa banyak mahasiswa dari daerah pengen kuliah di Pulau Jawa. Meski di luar Jawa ada beberapa universitas yang juga bagus, namun bila dianalisa, lebih banyak yang berniat melanjutkan pendidikan di sana. Realitanya memang secara fasilitas dan keunggulan kolektif lain, jauh lebih baik di Jawa. 

Belum termasuk dalam skala regional dalam satu propinsi, yang ikut berkontribusi merubah destinasi penghuninya. Ibukota jauh lebih menarik dibanding kabupaten kecil. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN