Mohon tunggu...
Adolf Isaac Deda
Adolf Isaac Deda Mohon Tunggu... Menulis untuk berbagi

sarjana teknik sipil, bekerja di perusahaan finance.

Selanjutnya

Tutup

Digital Artikel Utama

Tips Aman Menyimpan Dokumen Pribadi di Komputer Warnet

17 Juli 2020   14:57 Diperbarui: 17 Juli 2020   16:28 359 43 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tips Aman Menyimpan Dokumen Pribadi di Komputer Warnet
Ilustrasi warnet (KOMPAS.COM / Rizky C Septiana)

Just Sharing...

Pulang kantor sore kemarin, saya mampir ke sebuah warnet di tengah kota. Emang masih ada warnet? Jawabannya masih, meski jumlahnya tidak banyak. 

Di awal-awal tugas di Sumbawa, NTB, sekitar tahun 2012, lumayan ada beberapa warnet. Makin bertambah tahun, satu demi satu mulai gugur. Tapi masih ada yang tetap bertahan dan lumayan ramai. Saya bisa tahu lantaran pemiliknya adalah salah satu nasabah di kantor dan kami sering berkomunikasi via WA.

Bila sedang ada di Denpasar, Bali, saya kadang sulit menemukan warnet. Dulu lumayan ya, apalagi pas zaman kuliah, tapi ada satu tempat warnet di ibu kota Pulau Dewata itu, yang masih eksis hingga sekarang tahun 2020. Bukanya 24 jam dan harganya dua kali lebih mahal dari biaya per jamnya di Sumbawa. Tapi dengan tarif segitu, impas dengan layanan dan kenyamanan penggunanya. 

Membandingkan kota A dengan label ibu kota provinsi ditambah statusnya sebagai kota besar versus kota B yang adalah kota kecil di kabupaten, memang terasa jomplang. 

Wajar ya, lantaran jumlah penduduknya saja berbeda. Rata-rata pendapatan warga secara UMK juga selisihnya bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Belum lagi banyak sedikitnya fasilitas pendidikan (sekolah/universitas) yang secara tak langsung menopang bisnis warnet itu. Akses dan kecepatan internet juga jadi faktor pembeda.  

Namun ada satu hal yang tetap sama alias mirip-mirip. Bukan pada sisi bisnisnya, namun pada para penggunanya, apa itu? 

Kebiasaan menyimpan dokumen pribadi di PC Warnet. Kebiasaan ini tak hanya pada dua kota di atas, namun bisa jadi pada para pengguna lain di kota-kota yang berada di tanah air. 

Teringat dua tahun lalu, kala sedang berada di Semarang, Jawa Tengah untuk sebuah perjalanan medical trip. Meninggalkan tempat kerja beberapa hari, atasan meminta untuk mempelajari kebijakan baru yang berkaitan dengan pekerjaan dan mengirimkan reportnya via email beserta hardcopynya. Karena tak membawa laptop, hotel tempat menginap juga tidak menyediakan layanan itu, terpaksa saya mencarinya ke sekitaran penginapan. 

Oleh seorang warga, menyarankan coba ke Lawang Sewu. Di dekat obyek wisata terkenal itu, ada kampus dan kosan mahasiswa, siapa tahu ada warnet di sekitaran situ. 

Saya akhirnya bergegas ke sana lantaran penasaran juga dengan gedung peninggalan zaman belanda itu. Puji syukur, akhirnya mendapatkan sebuah warnet (merangkap tempat fotokopian dan penjilidan), yang sangat membantu pekerjaan saya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x