Mohon tunggu...
Aditya Yudha  Arifandi
Aditya Yudha Arifandi Mohon Tunggu... .

Menulis disaat gabut

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Ternak Sapi Lebih Mudah Dilakukan di Lahan Perkebunan Kelapa sawit

3 Juni 2020   08:00 Diperbarui: 3 Juni 2020   08:06 37 4 1 Mohon Tunggu...

Daging sapi menjadi primadona dalam bahan masakan khas Indonesia. Dari mulai yang tradisional hingga yang dimodernkan. Siapa yang tidak mengenal Rendang si raja masakan terenak di dunia. Cita rasa rendang yang membuat ketagihan untuk terus memakannya telah di akui dunia. Bakso yang disajikan dengan pangsit dan sambal yang pedas membuat siapa saja ingin menyantapnya. Seiring perkembangannya, Pentol bakso sendiri telah banyak menerima inovasi. Dari yang normal hingga yang dianggap nyeleneh.

Dibalik gemarnya masyarakat mengonsumsi masakan hasil olahan dari daging sapi. Terdapat harga daging sapi yang sering dikeluhkan masyarakat. Harga daging sapi di Indonesia di anggap masih terlalu mahal oleh sebagian orang. Harga daging sapi di Indonesia berada di kisaran Rp. 120.000 perkilo gramnya. Harga ini biasanya akan naik menjelang hari – hari besar seperti Idul fitri dan idul adha.

Konsumsi rata – rata masyarakat  akan daging sapi berada di titik 2,8 kg perkapita dalam setahun. Hal ini masih termasuk cukup rendah dibanding Negara – Negara lainnya seperti Australia, Amerika Serikat, Argentina, Uruguay dan Brazil yang menjadi Negara dengan konsumsi daging sapi terbesar perkapita pertahun.

Untuk daging sapi, Indonesia masih belum bisa memenuhi kebutuhan daging secara mandiri dan masih mengandalkan untuk mengimpor dari Negara lain seperti Australia. Direktur kesehatan masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syamsul Ma’arif pada 23 desember tahun lalu memaparkan  jika pemerintah memperkirakan kenaikan untuk impor daging sapi menjadi 550.000 ekor pada tahun 2020. Naik 50.000 ekor dari tahun 2019.

Salah satu alasan masih tingginya impor daging sapi ialah karena ternak sapi masih kurang diminati oleh masyarakat. Masyarakat masih beranggapan jika ternak sapi merupakan usaha yang sulit untuk dijalankan dengan modal yang cukup besar dan harus menyiapkan makan untuk sapi hingga membersikan kotoran sapi yang dirasa jorok. Hal inilah yang membuat rendahnya produksi daging sapi di Indonesia

Karena pentingnya akan konsumsi daging sapi, banyak Negara Negara yang terus meningkatkan produksi daging sapi. Sebut saja Negara adidaya Amerika Serikat, Uni Eropa, Brazil, India dan china. Negara Negara tersebut menjadi Negara dengan produksi daging sapi terbesar di dunia.

Sementara untuk nasional, Indonesia masih mengandalkan Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Lampung sebagai pemasok utama daging sapi di Indonesia. Padahal jika menilik lebih lenjut bagaimana geografis Indonesia yang diberkahi Daratan yang luas dan semestinya layak untuk lebih dikembangkan dalam menghasilkan sapi yang berkualiats guna meningkatkan produksi daging sapi dalam negeri.

Ternak sapi itu gampang – gampang sulit. Namun untuk daerah dengan  kebun kelapa sawit yang luas seperti Sumatra dan Kalimantan menjadikan ternak sapi lebih mudah dan menyenangkan. Karena ternak sapi dapat dilakukan di kawasan perkebnunan kelapa sawit. Hal ini prinsipnya kurang lebih seperti Mina Padi mulai diterapkan di persawahan.

Jika Mina padi merupaka usaha tani dengan menggabungkan Antara pertanian dan ternak ikan dengan memanfaatkan genangan air sawah  sebagai tempat budidaya ikan dan ditegahnya ditanami padi sehingga meningkatkan efisiensi lahan.Sedangkan  Ternak Sapi dilahan perkebunan sawit kurang lebih seperti Mina Padi,Bedanya hanya pada apa yang di tanam dan yang diternakan.
mudahnya ternak sapi kebun sawit ini iyalah kita hanya perlu melepas sapi – sapi di lahan perkebunan sawit yang kita miliki atau perusahaan tanpa harus bingung mencarikan pakan untuk sapi – sapi kita.

Menurut bapak Jaini sebagai salah satu yang berkecimpung langsung dalam usaha ini. “ mudahnya ternak sapi di lahan perkebunan sawit itu ya kita tidak repot untuk mencarikan pakan, sapi doyan kok makan rumput yang ada di perkebunan sawit, jadi kita tidak perlu khawatir jika sapi – sapinya akan kurus karena kekurangan Pakan “

Di perkebunan sawit memang terdapat banyak rumput seperti halnya yang ada pada sabana atau safana. Beliau menambahkan,
“tidak usah khawatir jika masalah pakan. Sapi tidak akan kelaparan apalagi saat musim panen buah sawit. Banyaknya pelepah sawit yang di jatuhkan saat panen, daun sawit itu dimakannya “

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN