Aditya Pratama
Aditya Pratama Mahasiswa

Seseorang yang menjalani dan menikmati hidupnya dengan penuh rasa syukur. Pecinta dan penikmat olahraga, suka menulis dan suka makan.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Jalan Panjang Kento Momota Raih Gelar Juara Dunia

6 Agustus 2018   21:27 Diperbarui: 6 Agustus 2018   21:29 358 0 0
Jalan Panjang Kento Momota Raih Gelar Juara Dunia
Kento Momota di Podium Kejuaraan Dunia 2018, sumber : getty images

Kento Momota, tunggal putra andalan sekaligus idola saya baru saja meraih hasil yang menggembirakan, ia berhasil menjadi Juara Dunia Bulutangkis di nomor tunggal putra setelah mengalahkan andalan tuan rumah Shi Yuqi dengan 2 game langsung. Momota sangat mendominasi dan mengusai jalannya pertandingan, ia menang dengan skor 21-11 dan 21-13.

Momota menjadi pemain putra pertama dari Jepang yang mampu meraih medali emas di ajang kejuaraan dunia bulutangkis. Tahun 2018 memang tahun yang sangat membanggakan untuk Kento Momota sejauh ini, selama 2018 ini Momota baru sekali merasakan kekalahan, kekalahan tersebut didapat dari Lee Chong Wei di ajang Malaysia Open.

Pada pagelaran Piala Thomas 2018 bulan Mei yang lalu, Momota bahkan meraih 100% kemenangan selama ia turun di pertandingan, bahkan para Badminton Lovers (BL) pada saat itu sampai menyebut jika Momota bermain maka Jepang akan auto poin. Meskipun akhirnya ia gagal membawa Jepang menjadi juara Piala Thomas 2018 setelah dikalahkan oleh Tiongkok dengan 3-1, dan satu-satunya poin yang diraih Jepang ya tentu saja hasil dari Momota.

Namun jalan Momota untuk menjadi juara dunia sangatlah panjang dan tak semudah ia meraih kemenangan demi kemenangan. Kento Momota merupakan seorang pegawai perusahaan IT terkenal di Jepang, pagi hari ia harus bekerja selama 8 jam di kantornya, lalu lanjut latihan pada malamhari sepulangnya dari kantor.

Momota melakukan itu terus menerus setiap hari tanpa lelah apalagi mengeluh, karena Kento Momota adalah orang Jepang, negara yang sangat menjunjung tinggi etos, disiplin dan ulet dalam bekerja, hal yang ia tunjukkan ketika di lapangan, kemanapun shuttle kok di arahkan, Momota pasti akan terus mengejarnya tanpa kenal lelah. Meskipun sibuk bekerja, Momota tetap menikmati hari-harinya.

Nama Momota mulai dikenal (khususnya saya) di Piala Thomas 2014, dimana ia menjadi tunggal nomor 2 Jepang dan berhasil membawa Jepang menjadi Juara Piala Thomas 2014. Setelah itu Momota mulai menjadi kekuatan baru di nomor tunggal putra perbulutangkisan dunia, di 2015 ia berhasil meraih gelar Singapura Open, dan menjadi pemain tungga putra Jepang pertama yang menang di ajang Super Series.

Pada gelaran Piala Sudirman 2015, Momota berhasil membawa Jepang mencapai babak final, meskipun harus mengakui keunggulan Tiongkok dengan skor 3-0. tahn 2015 benar-benar menjadi tahun yang membanggakan untuk Momota, ia berhasil menjadi pemain tunggal putra Jepang pertama yang meraih medali di ajang Kejuaraan Dunia, setelah meraih perunggu, di lanjutkan dengan menjadi juara di ajang Indonesia Open 2015 dan ditutup dengan meraih gelar juara Super Series Final 2015.

Tahun 2016 mungkin akan menjadi tahun yang paling akan disesali oleh Kento Momota, ia bersama rekannya (Kenichi Tago) terlibat dengan judi ilegal, membuatnya terancam hukuman 3 tahun penjara. Keduanya dikeluarkan dari timnas Jepang, dicoret dari tim Olimpiade 2016 dan dihukum beraktifitas di bulutangkis selama 1 tahun. Momota benar-benar menyesali tindakannya saat itu.

Momota comeback di pertengahan 2017 dalam 1 tahun dia sudah berhasil kembali ke jajaran top dunia dan bahkan menjadi juara dunia. Kento Momota bisa menjadi contoh yang baik untuk para pebulutangkis di dunia dan khususnya Indonesia yang seakan mati suri di nomor tunggal putra.

Selamat Kento Momota!