Mohon tunggu...
Aditya Hera Nurmoko
Aditya Hera Nurmoko Mohon Tunggu... Dosen - Dosen STIE YKP Yogyakarta, Pengamat Ekonomi dan Bisnis, Peneliti, Konsultan, Komisaris, Pegiat Sosial dan Budaya

Hobi Menulis, Wiridan, Baca Buku dan Jurnal, Olah Raga, Tidur

Selanjutnya

Tutup

Analisis Artikel Utama

Menyongsong Pilkada Banyumas 2024, Momentum Menyelesaikan Isu Ekonomi dan Pembangunan

31 Mei 2024   01:18 Diperbarui: 7 Juni 2024   20:45 214
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lokawisata Baturraden di Banyumas merupakan obyek wisata keluarga yang berada di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah. (Dok. Pemerintah Kabupaten Banyumas via kompas.com)

Pilkada Banyumas 2024 bukan sekadar perhelatan politik lima tahunan, namun juga momen krusial untuk menentukan arah kebijakan dan pembangunan daerah ke depan. 

Isu-isu strategis terkait ekonomi dan pembangunan akan menjadi sorotan utama. Beberapa isu penting yang dihadapi Kabupaten Banyumas menjelang Pilkada 2024 beserta dampaknya terhadap pembangunan ekonomi dan sosial, akan diulas dalam artikel ini.

Pariwisata Potensi Besar yang Perlu Dimaksimalkan

Pengembangan pariwisata di Banyumas menempati posisi utama dalam rencana pembangunan daerah. 

Menurut Budhi Setiawan, Pelaksana Tugas Bupati Banyumas, pariwisata ditargetkan untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, maju, dan berdaya saing. 

Fokusnya adalah pada peningkatan sarana dan prasarana menuju destinasi wisata, serta peningkatan daya saing produk wisata, citra, dan promosi wisata.

Salah satu proyek penting adalah pembangunan jalan tembus dari Lokawisata Baturraden menuju Kebun Raya Baturraden sepanjang 2 kilometer. 

Proyek ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas kawasan wisata, serta menarik lebih banyak wisatawan domestik dan internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan komitmen serius terhadap pengembangan pariwisata. 

Berbagai program dan kebijakan diluncurkan untuk mendukung sektor ini, termasuk pembangunan infrastruktur wisata, promosi wisata, dan pengembangan desa wisata. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan menjadi indikator kesuksesan program-program tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun