Mohon tunggu...
Aditya Agung
Aditya Agung Mohon Tunggu... Mahasiswa Gabut yang sedang belajar menulis

Mahasiswa UIN SUNAN KALIJAGA - Ilmu Komunikasi - 20107030093

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Ketika Kesetaraan Gender Menjadi Penghalang Pendidikan

5 April 2021   09:23 Diperbarui: 5 April 2021   09:48 135 1 0 Mohon Tunggu...

Permasalahan kesetaraan gender di Indonesia masih menjadi momok permasalahan, walaupun sejak puluhan tahun yang lalu emansipasi wanita telah dikumandangkan oleh Kartini, lalu membuka mata masyarakat Indonesia bahwa hal tersebut merupakan suatu hal yang penting bagi keadilan rakyat Indonesia, lalu emansipasi wanita pun diperjuangkan. Namun, pada kenyataannya, dalam banyak hal wanita masih kerap ketinggalan dan seolah memiliki sejumlah rintangan untuk bisa mendapatkan yang terbaik, salah satunya di bidang pendidikan.

Walaupun memang sekarang pendidkan telah dibuka lebar bagi siapa saja yang ingin mengenyam pendidikan, tapi kenyataan perempuan tetap lah tertinggal, bagaimana mungkin? Ya karena, masih banyak perempuan yang lebih memilih untuk hanya mengeyam pendidikan dasar saja, sekedar baca tulis saja sudah dirasa cukup bagi mereka, padahal jaman terus berkembang, kemajuan teknologi semakin pesat tak cukup untuk mampu bersaing di dunia kerja bila hanya sekedar baca tulis saja.

Belum lagi streotip masyarakat tentang perempuan yang mengeyam pendidikan setinggi -- tingginya, mungkin lebih dari S1, dan streotip agama dengan perempuan. Apa sebenarnya yang menjadi penghalang utama bagi wanita untuk menempuh pendidikan yang tinggi?

PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN

Rendahnya tingkat kesadaraan perempuan akan pendidikannya memang suatu hal yang sangat disayangkan, memang menjadi perempuan itu tidak mudah. Apalagi hidup dilingkungan yang dimana hanya lelaki saja yang dianggap mampu dan berhak mendapatkan pendidikan ketimbang perempuan yang ujung -- ujungnya hidup untuk hanya mengurus rumah tangga mereka.

Memang masih banyak kita temuin di masyarakat -- masyarakat yang memiliki pola pikir seperti itu.

Apalagi menjadi seorang ibu rumah tangga dengan menjadi wanita karier juga memang tidak mudah, belum menghadapi streotip masyarakat sekitar terhadap diri nya.

Berbagai alasan lainnya bahkan lebih sering lagi terdengar dari para wanita yang telah berumah tangga, misalnya: sibuk mengurus anak dan suami, untuk apa sekolah / kuliah lagi (kan sudah menikah ini), biar kelak anak-anak saja yang sekolah (ibunya tidak usah), tidak perlu kuliah / sekolah karena tidak akan bekerja juga di kantoran.

Meskipun begitu perempuan ber hak memilih yang terbaik bagi kehidupannya, rumah tangganya, hingga untuk anak -- anaknya kelak, sama halnya dengan laki -- laki.

Untuk itu, maka jelas pendidikan yang tinggi sangat penting bagi wanita, sebab ini akan sangat mempengaruhi kualitas kehidupan mereka di masa yang akan datang.

MANFAAT PENDIDIKAN BAGI PEREMPUAN

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN