Mohon tunggu...
Adit Sapta
Adit Sapta Mohon Tunggu... ..

Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Kisah Penyintas Covid-19 yang Dikucilkan Masyarakat, Melawan Virus dan Stigma

21 April 2021   07:46 Diperbarui: 21 April 2021   07:49 70 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kisah Penyintas Covid-19 yang Dikucilkan Masyarakat, Melawan Virus dan Stigma
Penyintas COVID-19 yang kini telah sembuh bercerita via Zoom tentang pengalamannya selama isolasi mandiri dirumah (08/04/2021) Dokpri.

COVID-19 dianggap berbahaya sehingga menimbulkan rasa takut yang luar biasa, apalagi banyak orang yang gugur pada saat melawan COVID-19, baik itu tenaga medis maupun masyarakat umum.

Oleh karena itu, Penyintas COVID-19 perlu mendapatkan dukungan dari orang orang terdekat untuk bisa mengontrol kondisi mental dirinya dari stress agar mampu dan lebih cepat sembuh dari penyakit yang diderita.

Meski begitu, terinfeksi virus ini bukanlah suatu aib, karena virus ini dapat menular kepada siapa pun tanpa terkecuali. Edukasi tentang COVID-19 harus selalu digembor-gemborkan pemerintah kepada masyarakat agar tidak terjadi pengucilan terhadap para penyintas COVID-19.

Seperti yang diceritakan seorang remaja yang tidak disebutkan namanya, ia tertular COVID-19 dari seorang ayahnya, yang pada akhirnya menular ke seluruh anggota keluarga. Ia bercerita tentang pengalamanya selama melakukan isolasi mandiri setelah hasil swab test keluar dan dinyatakan positif.

"Setelah hasil swab test keluar, kami sekeluarga dinyatakan positif dan berita itu menyebar dengan cepat dilingkungan saya. Untuk pasokan makanan sehari hari selama isolasi di rumah, kami sekeluarga mengandalkan kerabat dan saudara karena masyarakat di lingkungan saya seperti acuh tak acuh dan tidak peduli" ujarnya.

Tentunya perjuangan penyintas COVID-19 sangat berat untuk sembuh dari penyakitnya, apalagi ditambah tidak adanya dukungan dari orang-orang terdekat selain saudara atau kerabat yaitu lingkungan masyarakat.

Selanjutnya ia bercerita tentang gejala-gejala yang dialami selama COVID-19 menyerang tubuhnya seperti, lemas, demam, hingga sakit tenggorokan.

"Perjuangan yg Saya rasakan mungkin cukup berat, apalagi di awal-awal terinfeksi, badan selalu lemas, dan pilek yg sangat mengganggu, tapi yg paling membuat kewalahan adalah saat indra penciuman hilang, disitu saat makan pun menjadi kurang enak karena tidak bisa mencium aroma makanan" ujarnya.

Beberapa aktivitasnya pun menjadi terhambat gara-gara virus ini, tetapi dengan semangatnya yang tinggi untuk sembuh, ia terus melakukan semua anjuran yang disarankan demi keadaan normal kembali. 

Penyintas COVID-19 yang sedang mengisi waktu luang di sela-sela isolasi mandiri dirumahnya. Dokpri
Penyintas COVID-19 yang sedang mengisi waktu luang di sela-sela isolasi mandiri dirumahnya. Dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x