Mohon tunggu...
Aditya Rahman
Aditya Rahman Mohon Tunggu... Penulis - Komunitas Ranggon Sastra

Jalan pulang adalah tujuan yang remang-remang

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kekasih, tanah ini maskawinku untukmu

10 Februari 2022   04:28 Diperbarui: 10 Februari 2022   04:37 133
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Jangan lari terburu-buru, Kekasih

Mari kita ulurkan perlawanan paling romantis dari cinta yang membabi buta

Antara aku dan kamu, serta tameng-tameng juga kecupan peluru

Kita masih mampu menyatu, membelai siang menjadi kasih sayang dengan ritus melempar batu diiringi teriakan "Wadas Melawan!"

Jangan kamu menangis melihat caping berserakan diinjak aparat 

Hari ini tangisan hanya menjadi onggokan udara. 

Tangisanmu, kekasih

Adalah tangisanku dan leluhurku

Jangan kamu sembarang menjatuhkan ke tanah

Sebab ini tanahmu, tak pantas tanah disiram dengan air mata begitu

Kamu boleh menangis asalkan tetap angkat tangan kirimu dengan melempar batu ke arah gerombolan seragam coklat itu! 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun