Mohon tunggu...
Adisya Akafiri
Adisya Akafiri Mohon Tunggu... 02

;)

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Resensi Buku "Menulis Setiap Hari"

6 September 2019   11:19 Diperbarui: 6 September 2019   12:04 0 0 0 Mohon Tunggu...
Resensi Buku "Menulis Setiap Hari"
sumber: wijayalabs.com

Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi adalah sebuah buku berjumlah 302 halaman yang ditulis oleh Wijaya Kusumah, S.Pd., M.Pd. 

Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan. Tak ada penulis yang tidak rajin membaca. Ketika kita membaca sebuah buku, maka akan ada ilmu baru yang kita dapatkan. Setidaknya ada wawasan baru yang kita peroleh dari pesan penulisnya. 

Kreativitas menulis harus ada dalam diri seorang penulis. Tanpa sebuah kreativitas agak sulit tulisan menjadi renyah dan enak dibaca. Semua itu tentu berawal dari sebuah proses menulis yang panjang. Penulis ingin menyampaikan bahwa kelezatan sebuah tulisan akan terasakan bila seorang penulis menuliskannya dengan hati. 

Cara paling mudah membuat buku adalah melakukan kegiatan tulis-menulis setiap hari. Anda harus konsisten dan memiliki komitmen tinggi untuk melakukan kegiatan tulis-menulis. Buka langsung dashboard postingan Anda, lalu segera saja menulis apa yang Anda lihat atau apa yang Anda pikirkan. Tuliskan tanpa beban dengan tujuan yang sudah Anda siapkan. Rajin membaca akan membuat Anda kuat menulis. Ada saja ide datang seketika untuk menulis. 

Apa yang Anda baca, apa yang Anda lihat, bila Anda terbiasa menuliskannya kembali akan memberikan manfaat untuk pembaca. Jangan paksakan menulis bila diri Anda sudah mengantuk. Sebab mengantuk itu fitrah. Mengantuk itu adalah awal Anda masuk ke dunia mimpi. Maka sebaiknya Anda tak paksakan diri untuk menulis. Pasrahkan saja. Saya mengajak Anda untuk rajin membaca. 

Dari membaca akan banyak ide menulis. Menulis kreatif sebenarnya mudah. Kitalah yang membuat susah sendiri. Kita sering kali tak percaya dengan kemampuan diri. Kita lebih mempercayai tulisan orang lain. Padahal sebenarnya kita punya potensi untuk itu. Menulis kreatif dihasilkan dari menulis tanpa beban. Menulis dengan hatinya dan berupaya keras agar apa yang dituliskan bermanfaat untuk pembaca. Pembaca pun merasakan tulisannya komunikatif dan efektif. 

Untuk bisa menulis dengan baik orang harus memiliki kemampuan mendengarkan, berbicara, dan membaca. Tanpa ketiga kemampuan itu, maka menulis akan menjadi beban. Tips yang paling mudah adalah menulislah seperti Anda menuliskan catatan harian dalam buku diary. Dengan menulis di dalam diary, Anda pun menjadi terbiasa menulis tentang pengalaman-pengalaman Anda. 

Tentu Anda tak ragu menuliskan kisah Anda itu karena hanya Anda yang membacanya, kecuali jika Anda mempersilahkan orang lain untuk turut membacanya. Ide menulis itu muncul dari dalam diri sendiri. Ketika ada keinginan untuk menulis, segeralah untuk menulis. 

Kelima Tips manajemen waktu itu adalah Buatlah daftar dan tentukan prioritas sasaran mingguan. Buatlah daftar “to do” harian, dan tentukan prioritas. Curahkan perhatian utama pada prioritas A. Tangani setiap tugas sekali. Terus-menerus bertanya, “Bagaimana cara terbaik menggunakan waktu saya sekarang? Dan kerjakanlah. Menulis ya menulis, tak perlulah dianggap susah. Ada mood atau tidak ada mood ya menulis saja. Menulis tentang kegalauan hati bisa menjadi tulisan tersendiri. Berhentilah membaca untuk menulis. Terlalu lama membaca dan hasilnya tidak segera dituliskan akan segera terlupakan. Bila Anda ingin menulis dengan cepat, menulislah seolah-olah Anda mengobrol dengan orang lain.

Membaca adalah sebuah proses yang sangat personal. Anda bisa mengikuti berbagai seminar dan pelatihan, namun Anda tidak bisa jika tidak membaca. Menulis dilakukan kapan saja dan di mana saja. Bila ada godaan datang untuk menulis ya menulislah.

Menulis setiap hari telah menjadi moto hidup Omjay. Hasilnya sungguh luar biasa. Lebih dari 1.000 artikel tercipta begitu saja. Anda pun pasti bisa seperti Omjay.