Mohon tunggu...
Adis Setiawan
Adis Setiawan Mohon Tunggu... Mahasiswa STIT Nusantara Bekasi

Yang sering memberi teori akan kalah dengan yang sering kasih aksi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mengamati Pergerakan Salafi Wahabi

18 Juni 2019   08:31 Diperbarui: 1 September 2019   19:38 314 0 0 Mohon Tunggu...
Mengamati Pergerakan Salafi Wahabi
Foto adalah dok pribadi penulis

Dengan adanya kejadian pengusiran atau pembubaran pengajian kepada ustadz yang dilabeling wahabi akhir-akhir ini menandakan bahwa demokrasi kita kurang diamalkan, Kalau kita benar membantu proses terbentuknya demokrasi terapkan kebebasan berpikir untuk sesama warga negara Indonesia, Mau Syiah, Salafi, Wahabi, liberal, kapitalis,tradisionalis dan abangan dan lain-lain yang banyak itu, misalnya ada kromo gadul lah darmo gandul saling menghormati minimal menyikapi perbedaan dengan gembira jangan emosian jangan spanengan.

Kelompok manhaj salaf atau yang biasa disebut salafi oleh netizen dan disebut wahabi oleh netizen yang kontra dengan pemahamanya, Jadi namanya yang sering dikeluarkan dimedia adalah salafi/wahabi jadi saya ikut menyebutnya seperti itu, Mereka juga tidak mau di sebut dengan Penamaan suatu kelompok, organisasi, atau persyarikatan salafi misalnya, Mereka menganggap dirinya sebagai islam sunni Ahlus Sunnah wal jamaah, Kenapa ada penamaan atau labeling terhadap kelompok mereka itu berdasarkan cerita sejarah yang sangat rumit penuh dengan perbedaan (baca salafi wahabi).

Kelompok salafi / wahabi ini mungkin sering kita lihat atau kita pernah melihatnya tapi tidak tahu kalau itu bagian dari mereka, Kalau dilihat dari kebiasanya mereka berpenampilan menurut mereka adalah pakaian yang disebut sunnah seperti memakai celana no isbal atau celana di atas mata kaki (baca hadist tentang kain diatas mata kaki) tapi ini bukan patokan kalau mereka itu bagian dari manhaj salafi bisa saja orang berfashion tiruan seperti anak muda zaman now, Baju muslim seperti ala pakistan dan berjenggot sunnah (baca hadist tentang jenggot) dan yang perempuan (akhwat) berbaju muslim tidak ketat seperti memakai mukenah dan biasanya memakai niqab saya menyebutnya cadar penutup muka, itu kalau di lihat dari penampilan, eits jangan cuma lihat dari penampilanya saja.

Yang saya kagumi dari mereka adalah sangat kompak dan istiqomah dalam mengikuti pengajian mencari ilmu kepada guru yang sepaham dengan manhaj mereka, biasanya pengajian mereka adalah Pengajian Sunnah, Tapi bukan berarti selain kelompok mereka bukan tidak pernah mengamalkan sunnah, Jama'ah mereka walapun di sebut masih sedikit dan sedang berkembang tapi ketika ada pengajian sunnah di daerah tertentu ternyata luar biasa yang datang begitu banyak.

Pemahaman Islam mereka yang selalu dakwahkan adalah kembali kepada Al Qur'an dan Sunnah, atau sering mengkampanyekan hijrah yang maksud hijrah ke pemahaman mereka yaitu bermanhaj Salaf, beristiqomah dalam ibadah, mengamalkan sunnah-sunnah, beribadah tepat waktu, meninggalkan hal-hal yang maksiat, menjauhi bid'ah, mengunakan ekonomi yang syar'i tanpa riba.

Kekompakan dalam hal ekonomi mereka jual beli biasanya didahulukan kepada sesama muslim atau sepaham dengan mereka, Pekerjaan mereka banyak membuka usaha usaha dagang, mereka keluar dari ketergantungan ekonomi dari perusahan kapitalis, Banyak pula yang keluar dan tidak cocok dari pekerjaan yang menganggu hal ibadah atau hal yang pekerjaan yang tidak sesuai hukumya dengan paham mereka, mungkin rezeki sudah ada yang mengatur harta bisa di cari dengan cara yang halal, Sedikit tapi halal asalkan tidak menganggu ibadah mungkin seperti itu cara berpikirnya, iya to ndak iya si.

Kekaguman yang lain semangat sholat berjama'ah yang luar biasa saya pernah melihat disuatu masjid yang di kelolah manhaj salaf, begitu banyak jama'ah yang sholat karena sholat berjama'ah lebih penting, jama'ah ke masjid jadi penuh, shaf lurus dan rapat antara makmun yang satu dengan yang lainnnya kaki saling menempel (baca hadits tentang rapat shof), Di masjid dibeberapa daerah yang ada di bekasi sudah banyak kita temui bagi kalian yang ingin bergabung sudah mudah.

Walapun masjid mereka sepi dari tidak adanya puji pujian setelah adzan , Tidak ada dzikir keras secara berjama'ah setelah sholat, Tapi di bayar rame dan banyaknya jama'ah yang datang untuk sholat berjama'ah di masjid dan banyaknya jama'ah ketika ada kajian sunnah serta kegiatan-kegiatan keislaman lainya.

Wallahu 'Alam

Adis Setiawan, Mahasiswa STIT Nusantara Bekasi

VIDEO PILIHAN