Mohon tunggu...
Adis Setiawan
Adis Setiawan Mohon Tunggu... Mahasiswa STIT Nusantara Bekasi

Yang sering memberi teori akan kalah dengan yang sering kasih aksi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Bukan Masalah Pro Dan Kontra Terhadap Pemerintah, Tapi Ini Keadaan Saya

14 April 2019   10:13 Diperbarui: 20 April 2019   13:47 0 0 0 Mohon Tunggu...
Bukan Masalah Pro Dan Kontra Terhadap Pemerintah, Tapi Ini Keadaan Saya
Dokpri adis setiawan

Survei Saya Hasil Dari Hidup Yang Pindah Pindah

 Begini saya bercerita pelan pelan ya karena survei saya bukan dibayar jadi mungkin penuh dengan kata kata ke wahabi-an dan kebid'ahan jadi jangan penuh emosi disaat membacanya, Beberapa hari ini saya mendapatkan materi yang harus saya tulis dari hasil pulang kampung maklum masih hidup pindah pindah,Survai pertama yang akan saya hubungkan pernyataan Pak Mentri yang saya dapat info dari membacanya di media online mengatakan begini "kalau daging mahal, makan keong saja" ternyata masih ada lho yang nurut sama Pak Mentri yang begitu sarannya.

Suatu ketika kami sedang nongkrong membahas makanan kracak (tutut/keong) maklum disini wilayah persawahan jadi masih banyak Tutut selain menghasilkan padi juga ada tutut-nya, Tapi bukan untuk dijual secara besar besaran hanya di makan sendiri atau tetangga yang mau beli , Ini kan termasuk ikut saran Pak Mentri walapun di sawah ada beberapa macam keong saya kasih info takutnya yang di ambil malah keong emas bisa beracun, Jadi ingat ya tutut ( kracak) jangan keong mas beracun itu.

Ada pula pernyataan Pak Mentri tapi saya juga dapat berita dari membaca di media online yang katanya seperti ini "kalau cabe mahal ya tanam sendiri", Ternyata ada juga yang masih ikuti saran hebat ini.

Karena sawah tidak hanya di manfaatkan untuk tanaman padi saja bisa juga di tanami kangkung, bawang merah, Terkadang kalau musim panas karena saluran irigasi tidak ada airnya sampai sekarang tidak dibangun juga di daerah yang berjuluk "lumbung padi nasional" ini jadi tidak ada air dimusim panas, Akhirnya di tanam pohon pare, melon, semangka, timun yang membutuhkan air lebih sedikit dari pada tanaman padi ini kan termasuk ikut saran Pak Mentri.

Karena hal seperti itu saya melihat sendiri saya percaya saja mereka ikut saran dari Pemerintah, Mungkin mereka tidak tau kalau saran Pak Mentri seperti itu kan tidak semua membaca berita media online.

Yang aneh bagi saya di indonesia ini punya daerah yang di namakan "lumbung padi nasional" tapi kok ya tidak di perhatikan beras malah import.. import.. dan import terus, Saya rasanya kalau bisa ngajak turun ke masyarakat Pak Mentri pertanian atau Presiden saya pengen banget menerangkan seperti ini, Tapi bagi pendukungnya jangan emosi dulu ya diskusi saya buka lebar kok buat tukar pikiran ok.

Yang mau saya kasih tau begini pertama "Pak kenapa Bulog bilang tidak usah import beras , tapi mentrinya bilang harus import beras ?" oh saya tau bapak sedang melihat mereka berdiskusi tapi keputusan tetap ada di tangan bapak kan pasti bapak akan menguntungkan petani pribumi iya kan pak ? Iya. keputusan ada di saya yaitu "Import Beras" hahah.

Yang kedua begini saya kan sering baca di media bahwa ada bagi bagi traktor untuk membajak sawah entah ke perorangan atau ke pemerintahan Desa yang atur ane kagak tau intinya sering lah bagi bagi traktor buat bajak sawah gratis, Tapi nyatanya saya punya sawah tidak ada yang menawarkan ini traktor gratis dari pemerintah dari mana kek tetap saja saya bayar ke traktor swasta aduh biyung, Tapi soal bagi bagi benih padi memang ada dan juga subsidi pupuk hore senyum donk untuk pendukungnya.

Yang ketiga begini saya mau bilang ke Pemerintah begini "disini sawah lebar hampir setiap kepala keluarga punya lahan sawah, tuan besar sudah tau belum kalau panen padi cuma bisa 2 kali saja dalam satu tahun dan dan itupun yang panen kedua menggunakan metode cara pompa pompa dan pompa air, Kalau yang pertama memang musim hujan jadi got eh kok got maksut ane saluran irigasi ada airnya, Kenapa tidak membenahi saluran irigasi agar ada airnya saja dari pada import beras", Kalau daerah potensial lumbung padi bisa menghasilkan dengan panen lebih banyak secara terus menerus kan bisa lah buat mencukupi setidaknya kalau memang emergency banget ya sudah import saja haha.

Dokpri
Dokpri
Kita memompa air malam hari untuk pengairan sawah pernah kejadian malah pompa airnya yang hilang revolusi mental macam mana tuan ? Iya kalau pompanya tidak pakai bahan bakar dan modal beli bbm yang murah gitu, Masalahnya pompanya butuh bbm, Kalau kita punya banyak potensi daerah lumbung padi kenapa sawah kita tidak di perhatikan tuan, Kalau kita kebiasaan import kita ketergantungan jalur import jadi apabila jalur import yang sering buat import oleh negara kita ada konflik terus import tidak jalan mau pada mencukupi kebutuhan bagaimana tuan yang katanya NKRI harga mati itu akan berapa lama bertahan NKRI.Kalau memang pengen import tapi tolong hak hak warga petani di bantu bagaimana agar sawah bisa panen minimal setahun 3 kali tentunya irigasi ada, Membajak pake traktor bayar tidak apa apa deh bagi saya terpenting irigasi jalan terus hehehe, bagi bagi benih padi, pupuk subsidi, traktor gratis menyusul tidak apa apa.

Itu dulu saran ane Tuan, sawah sudah banyak suket (rumput ) ane mau ngoyos(nyabutin) dulu ya , Kalau tuan mau dua periode coba jabatan mentri pertanian saya yang pegang ee...aa itu maunya saya hahahah

Adis Setiawan

Mahasiswa STIT Nusantara Tambun Bekasi

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x