Mohon tunggu...
Muhammad Adi Riswan Al Mubarak
Muhammad Adi Riswan Al Mubarak Mohon Tunggu... Wiraswasta - Seorang Amil, Perawat Kebun dan Pesepeda Federal

Punya nama panjang, namun sering dipanggil dengan sebutan Adi Ram atau kalau harus ditulis dengan singkat memakai nama Muhammad Adi RAM, itu sudah cukup. Pernah mengelola blog sederhana www.tagayanhijau.com yang saat ini domainnya sudah hangus. Mencoba mengelola hobi lagi di YouTube Tagayan Hijau dan berusaha kembali membangkitkan gairah menulis melalui Kompasiana. Semoga memberi manfaat.

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Tulis Lagi Setelah Sembilan Tahun Tinggalkan Kompasiana

29 Agustus 2022   20:47 Diperbarui: 29 Agustus 2022   21:38 146
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Kumulai dengan Bismillahirrahmanirrahim, keyboard ini kembali kusentuh dengan mencoba menyusun huruf demi huruf, kata demi kata akhirnya menjadi kalimat terkhusus dalam kolom Kompasiana kali ini. 

Baru beberapa menit saya masuk lagi pada akun Kompasiana saya. Alhamdulillah puji syukur ternyata masih bisa walau sambil harus melengkapi data lainnya. Saya lihat postingan terakhir saya di tahun 2013 lalu. 

Ya tulisan tentang Bahasa Banjar, tulisan itu adalah merupakan tugas saya sebagai wartawan lepas majalah berbahasa Inggris versi bahasa Indonesia sebelum saya kirim ke teman di majalah tersebut. 

Saya sempat lama vakum dalam menulis karena alasan klasik, sibuk. Padahal ide untuk menjadi sebuah tulisan selalu lewat dan terlintas di depan mata dan pikiran. 

Tidak perlu harus meluangkan waktu dengan leluasa sebenarnya kita bisa menulis. Hanya kemampuan kita mengendalikan diri dan memaksa untuk menulis. Kata guru saya, tulis apa yang ingin ditulis maka jadilah tulisan, gampang banget kan? Malam ini saya buktikan lagi. 

Memang menulis sangat menyenangkan, kita bisa menuangkan semua apa yang ada di pikiran kita, di dada kita, di sanubari kita, di otak kita, di wacana kita, di hal-hal yang dibicarakan orang, ide orang, inisiatif orang dan lain sebagainya. 

Menulis merekam apa yang ingin kita sampaikan, karena boleh jadi kita jadi lupa yang pernah terlintas dipikiran kita. Menulis menjadi sarana kita bernostalgia dengan ide, perasaaan kita waktu kita menulis yang kita tulis. Asyik kan? 

Setelah akun blog Tagayan Hijau saya hangus, semangat menulis saya benar-benar dwonload saat itu, sesekali saya mencoba menulis artikel lagi di tahun 2017, 2018 dan 2019 yang akhirnya terbit di media harian lokal di Banjarmasin. 

Kenapa kok bisa tertarik lagi mencoba menulis? Saya mempunyai dua anak, laki-laki keduanya. Satu kelas 6 SD dan satunya baru TK B. Anak saya pertama rupanya tertarik untuk membaca macam-macam buku, novel, komik, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. 

Bahkan dia tertarik dan mampu menyelesaikan sebuah novel. Sebagai bentuk penghargaan dan dukungan kami sebagai orangtuanya maka coba terbitkan dengan penerbit indie lokalan Kalimantan Selatan. Novel itu berjudul Play Armada karya anak pertama kami Muhammad Hadziq Averroes. 

Saya tawarkan kerekan-rekan kerja dan di media sosial, lumayan yang berminat memilikinya sekitar 60 orang lebih. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun