Mohon tunggu...
ADI PUTRA (Adhyp Glank)
ADI PUTRA (Adhyp Glank) Mohon Tunggu... Seniman - Saling follow itu membahagiakan_tertarik Universalitas, Inklusivitas dan Humaniora, _Menggali dan mengekplorasi Nilai-nilai Pancasila

-Direktur Forum Reproduksi Gagasan Nasional, -Kaum Muda Syarikat Islam, - Analis Forum Kajian Otonomi Daerah (FKOD), - Pemuda dan Masyarakat Ideologis Pancasila (PMIP), -Penggemar Seni Budaya, Pemikir dan Penulis Merdeka, Pembelajar Falsafah Pancasila

Selanjutnya

Tutup

Vox Pop

Mengenal dan Menilai Sikap Jens Stoltenberg Sekjen NATO terhadap Konflik Rusia vs Ukraina

30 November 2022   17:35 Diperbarui: 30 November 2022   18:24 440
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto : Jens Stoltenberg Sekjen NATO, sumber : wikiwand.com

Mengenal dan Menilai Sikap Jens Stoltenberg sekjen NATO terhadap konflik Rusia vs Ukraina

Jens Stoltenberg sekjen NATO memiliki rencana terselubung apa terhadap Rusia ?

Pertemuan Jens Stoltenberg dengan Presiden Amerika Joe Biden pada pertemuan bilateral di Oval Office Gedung Putih pada 7 Juni 2021 kemudian dilanjutkan dengan pertemuan Jens Stoltenberg dengan Volodymyr Zelensky pada Konferensi Perubahan Iklim PBB 2021 di Glasgow, yang semakin meningkatkan kewaspadaan Rusia terhadap perilaku NATO dan Amerika perihal Ukraina, 

Sehingga Rusia menfokuskan mengerahkan pasukan dalam jumlah besar di perbatasan, untuk menanggapi militer NATO. Pada Akhir November Vladimir Putin menyatakan bahwa perluasan kehadiran NATO di Ukraina, terutama pengerahan rudal jarak jauh yang dapat menyerang Moscow.

Seperti pernyataan Fakta Pengaturan Nuklir yang dilansir dalam Web Resmi NATO yang menyatakan bahwa Amerika Serikat telah memiliki senjata Nuklir di wilayah beberapa anggota NATO Eropa dan Senjata-senjata ini dibawah Pengawasan dan Pengendalian Amerika Serikat setiap saat. yang dapat digunakan ketika sepenuhnya dinegosiasikan ketika perjanjian.

NATO Khawatir kurangnya transparansi Rusia dalam latihan wajib sesuai observasi Dokumen Wina, berkaitan dengan intervensi Rusia di Georgia 2008 dan Aneksasi Krimea 2014. NATO mengklaim telah sepenuhnya mematuhi UU pendirian NATO-RUSIA, Menanggapi Aneksasi Krimea sebagai tindakan yang illegal dan tidak sah, kemudian NATO mengerahkan 4 kelompok pertempuran Multinasional ke Latvia, Lithuania, Estonia dan Polandia. Karena Rusia mendukung Militan di Timur Ukraina.

Padahal berdasarkan sejarah disaat Bill Clinton menjabat sebagai presiden Amerika Serikat Pada Tahun 1997 telah menolak tawaran Boris Yeltsin dalam perjanjian, bahwa tidak ada bekas Republik Soviet yang akan bergabung dengan NATO. Namun pada Faktanya NATO kini menyatakan Ukraina dan Georgia memiliki hak untuk memilih Aliansi mereka sendiri. Padahal Rusia telah berkomitmen untuk mengikuti ketentuan Dokumen Wina.

Mengenal Sekjen NATO Jens Stoltenberg

Mengenal Sekjen NATO Jens Stoltenberg adalah seorang mantan Agen KGB dengan Kode "Steklov" yang pernah menjadi utusan khusus PBB untuk Perubahan Iklim. Pada Juni 2016 dan 2018 ia menyatakan penting untuk meningkatkan kerjasama dengan Israel yang telah menjadi mitra Aliansi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Vox Pop Selengkapnya
Lihat Vox Pop Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun