Kesehatan

Makanan Enak Belum Tentu Sehat

7 Desember 2017   11:04 Diperbarui: 7 Desember 2017   11:12 247 0 0
Makanan Enak Belum Tentu Sehat
Verywell

Gorengan atau makanan-makanan yang terbuat dari produk susu termasuk opsi makanan yang memiliki tingkat lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kolesterol dan membahayakan kesehatan jantung.

Melansir dari CNNIndonesia, tubuh memang memerlukan kolesterol untuk menghasilkan hormon, vitamin D, dan berbagai zat yang membantu pencernaan manusia; tapi bila mengonsumsi makanan-makanan yang meningkatkan kadar kolesterol secara berlebihan, maka dampaknya tak bagus untuk tubuh.

Merangkum dari sejumlah sumber, inilah makanan-makanan yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuhmu.

Daging merah yang berasal dari sapi, domba, dan babi termasuk makanan yang bisa meningkatkan kadar kolesterol. Kolesterol yang dikandung di dalamnya lebih banyak dibandingkan lemak jenuh. Bahkan bukan hanya meningkatkan kolesterol, tapi juga bisa memperparah kondisi penyakit jantung.

Sebagai pengganti daging merah, American Heart Association menyarankan mengonsumsi ikan salmon dan kacang-kacangan. Ayam juga boleh, asalkan tidak digoreng.

Berbicara mengenai ayam yang tidak digoreng sebagai pengganti daging merah, hal ini dikarenakan makanan akan kehilangan kadar air dan menyerap lemak bila digoreng sehingga akan lebih padat kalori. Begitu pun ayam goreng. Tak jarang, minyak yang digunakan untuk menggoreng pun memiliki tingkat lemak trans yang tinggi.

Selain daging merah dan ayam goreng, tingkat kolesterol tinggi pada hewan juga ada dalam organnya, seperti hati. meski kaya akan zat bezi, hati adalah sumber utama kolesterol karena di sanalah kolesterol dalam tubuh dibuat dan disimpan.

Makanan lain yang juga menyebabkan kolesterol tinggi adalah kentang goreng. Menurut studi yang Harvard School of Public Health rilis, kentang goreng mengandung kadar kolesterol tinggi karena minyak nabati yang sudah terhidrogenasi atau penggabungan antara hidrogen dengan zat lain. Makanan dengan minyak yang terhidrogenasi cenderung mengandung jumlah lemak trans yang banyak.

Selanjutnya adalah kuning telur. Satu biji telur mengandung 186 mg kolesterol. Tapi studi yang dilakukan badan medis non-profit Mayo Clinic dari Amerika Serikat menunjukkan, makan kurang dari empat kuning telur setiap minggunya tidak mengurangi kesempatan bagi seseorang untuk terserang penyakit jantung.

Kiatnya adalah tidak mengonsumsi secara berlebihan dan menjaga asupan kolesterol.

Yang terakhir, yang pasti akan mengecewakan, everyone's favorite, adalah es krim. Ternyata, satu sendok es krim mengandung kadar lemak dan kolesterol yang lebih tinggi daripada burger atau donat. Untuk semangkuk es krim, sebanyak 4,5 gram lemak jenuh terkandung di dalamnya.

Untuk mengurangi rasa kecewa, buah-buahan atau frozen yoghurt yang rendah lemak bisa dijadikan pilihan untuk menggantikan es krim.

Hidup sehat memang sulit. Terkadang yang amat disukai justru yang harus amat dihindari. Tapi untuk kehidupan yang sehat, tentu harus dilakukan, kan? Mencegah lebih baik daripada mengobati.