Mohon tunggu...
Adinda Tiara Putri
Adinda Tiara Putri Mohon Tunggu...

i spill by writing

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Kiat Sehat Tangkal Demensia dan Alzheimer

22 November 2017   10:35 Diperbarui: 22 November 2017   16:02 725 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kiat Sehat Tangkal Demensia dan Alzheimer
sumber foto: commhealthcare.com

Apapun bisa menjadi penyebab turunnya kinerja otakmu. Imbas dari penurunan kinerja otak ini adalah ada yang lupa apa yang harus dilakukannya dan ada pula yang sedang ingin mengutarakan pikiran tapi justru lupa apa yang mau dikatakannya.

Menurunnya daya ingat ini, mengulik dari CNNIndonesia, akan berujung pada demensia atau bahkan alzheimer. Mengutip dari Alzheimer Disease Association, demensia adalah penyakit yang menyebabkan sel-sel otak mati dengan cepat sehingga seseorang akan mengalami penurunan mental seperti kegagalan memori, fungsi intelektual yang buruk, sampai perubahan kepribadian.

Sedikitnya, ada delapan kegiatan sederhana yang dibagikan oleh The New Paper yang bisa membantu melawan penurunan daya ingat dan juga menurunkan risko terserang demensia. Kedelapan hal tersebut di antaranya:

  1. Tidak mendominasi aktivitas tangan
    Jangan terus-terusan menggunakan tangan kanan. Sekali-kali, cobalah untuk kidal hanya untuk melakukan beberapa aktivitas sederhana, seperti menyisir rambut. Hal yang sama berlaku pula bagi yang kidal. Hal ini dikarenakan melakukan aktivitas dengan menggilir penggunaan tangan dapat membentuk jalur baru dalam otak seiring seseorang belajar menggunakan tangan yang tidak terlampau sering digunakan.
  2. Berolahraga
    Olahraga bermanfaat sekali bagi otak, karena mampu menghambat penurnan kognitif seseorang. Agar tidak sepi dan terasa datar, olahraga bisa dilakukan bersama seorang atau beberapa teman.
  3. Membaca buku
    Menurut sebuah studi yang dirilis oleh badan jurnal medis Amerika Serikat, Jama Psychiatry, mereka yang menonton televisi lebih dari tiga jam per harinya memiliki kemampuan kognitif yang buruk. Dibandingkan menonton televisi, lebih dianjurkan membaca buku sebagai alternatif hiburan.
  4. Mengubah kebiasaan
    Awalnya mungkin akan terasa aneh, mengubah kebiasaan yang seakan-akan sudah melekat pada tubuh. Tapi siapa yang mengira bahwa perubahan kebiasaan nyatanya bisa menstimulasi otak dengan membuatnya terus aktif.
  5. Menjadi seorangvolunteer
    PLOS Neglected Tropical Diseases merilis sebuah hasil penelitian yang menyatakan, penduduk lansia yang rajin menjadi volunteer cenderung tidak diberi pengobatan anti-demensia dibandingkan mereka yang jarang ikut serta menjadi volunteer. Rupanya, ikut serta menjadi seorang volunteer bisa meningkatkan kemampuan kognitif seseorang.
  6. Menikmati alam
    Berada di tengah-tengah alam bisa menaikkan energi dan juga menjadi alternatif relaksasi. Hal ini dibuktikan lewat suatu studi yang dilakukan oleh Natural England.
  7. Belajar mengurangi stres
    Sekarang ini, stres adalah penyakit yang sulit dijauhi dan acap kali dianggap bisa hilang seiring berjalannya waktu. Tapi penelitian yang dilakukan selama 38 tahun terhadap seorang perempuan paruh baya oleh PMC US National Library of Medicine National Institus of Health memberikan hasil bahwa stres jangka panjang memicu alzheimer. Berbagai cara, seperti mendengarkan musik, berbincang dengan kerabat, atau meditasi, bisa dilakukan untuk mengurangi stres.
  8. Mengonsumsi cokelat
    Yang terakhir ini mungkin akan menjadi favorit bagi sejumlah orang. Cokelat (dark chocolate) memiliki impact yang baik bagi kesehatan tubuh. Cokelat mengandung flavonoid, sebuah senyawa yang bisa membantu mengurangi risiko terserang demensia dan alzheimer dini. Antioksidan dalam cokelat juga mampu menghambat penuaan otak, menangkal kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas, dan membentuk jaringan otak yang sehat.

Cukup mudah dan affordable kan kiat-kiatnya? What are you waiting for? Yuk, hidup sehat dan perangi demensia dan alzheimer!

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x