Mohon tunggu...
Aditya Rustama
Aditya Rustama Mohon Tunggu... Freelancer - Warga Sipil

penjual sepatu localpride di @sepatukiri.id suka membaca novel, kini sedang belajar nulis seneng belajar budaya Jepang

Selanjutnya

Tutup

Novel

Obrolan Sederhana (Bab 10)

20 September 2021   07:15 Diperbarui: 20 September 2021   07:18 27 2 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Obrolan Sederhana (Bab 10)
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

Di toilet, Didit membasuh muka. Seakan tidak percaya dengan yang dilihat. Fara benar-benar datang. Cermin di kamar mandi memperjelas raut wajahnya kelihatan berseri, terlihat dari kedua matanya. Keempat makhluk aneh juga merasakan stimulus yang diterima mata Didit.

Stimulus itu kemudian menjalar ke otak. Hingga bisa ditafsirkan bahwa ekspresi wajah majikannya kali ini adalah mukjizat yang jarang sekali terjadi. Selama mereka mengabdi sebagai penghuni kepala berambut ikal model belah tengah itu.

Beberapa saat tadi, Didit mengalami gonjangan detak jantung yang luar biasa. Keempat makhluk itu menafsirkan, kondisi itu hampir sama dengan yang dialami Didit ketika berhadapan langsung dengan pujaan hatinya saat SMA. Namun kali ini berbeda. Didit semestinya sudah dewasa.

Dulu saat momen tersebut, Didit tidak bisa membuka obrolan. Pengalaman pertama memang selalu memberi pelajaran tentang kegagalan. Dia gagal membuat suasana santai untuk berbicang berdua. Padahal waktu itu dia tengah berada di kelas berdua. Karena teman-temannya sedang mengikuti pelajaran olah raga di lapangan.

Beruntung sekali Didit saat itu. Tanpa membuat rencana apa pun, dia bisa terjebak dalam situasi yang dia impikan. Keberuntungan datang tidak diiringi dengan kemampuan. Lihat saja, kebanyakan orang yang beruntung diantaranya bukanlah sosok yang memiliki kemapuan di atas rata-rata.

Keberuntungan Didit saat itu memang tidak diiringi kemampuan membangun komunikasi. Karena dia masih SMA. Belum banyak cerita, atau mungkin belum ada pengalaman. Alhasil, dia hanya bertahan selama sepuluh menit di kelas dan meminta ijin pada perempuan yang dia sukai, untuk pergi ke kantin. Dengan alasan belum sarapan.

Sungguh bodoh Didit kala itu. Jika diumpamakan, dia seperti keledai hina. Tidak mampu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan. Hingga akhirnya memilih rumput tetangga. Yang sebenarnya belum tentu enak. Keledai itu tentu mengutuk rumput tetangga. Setelah memakan sejengkal rumput. Benar saja, Didit mengumpat habis-habisan saat di kantin dan sendirian.

Berkaca dan membasuh muka di kamar mandi mengingatkan Didit pada keberentungannya masa lalu. Dan kini entah dia beruntung atau tidak, yang jelas Fara telah datang menghampirinya. Sesuai dengan harapan Didit. Dia berpikir, tidak boleh menyiakan kesempatan ini.

KeinFarannya sederhana, membuktikan pada diri sendiri bahwa dia bisa berbincang dan membangun komunikasi secara nyaman. Melihat kemapuannya saat ini, Didit yakin bahwa dia mampu mewujudkan keinFaran itu. Karena Didit sudah merasa memiliki banyak cerita. Dan berurusan dengan birokrasi saat kuliah membuatnya bisa berbicara dengan santai.

Selang beberapa saat setelah merayakan kemenangan, Didit masih kebingungan. Materi apa yang akan dia sampaikan setelah keluar dari kamar mandi. Padahal kemarin saat dia mengalami gejala insomnia, segala kemungkinan telah dia siapkan. Termasuk runtutan bahan pembicaraan yang harus dia sampaikan.

Layaknya seorang siswa yang menghapal teks pidato untuk ujian, ketika di depan kelas segala yang dia hapalkan hilang. Kali ini, itulah yang terjadi pada Didit. Dia kehilangan beberapa bahan yang telah dia persiapkan untuk berbincang dengan Fara. Ah, sepertinya Didit terlalu bahagia. Kebahagian yang berlebihan untuk merayakan suatu kemenangan, mungkin, merusak fokus terhadap capaian akhir.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan