Mohon tunggu...
Aditya Rustama
Aditya Rustama Mohon Tunggu... Freelancer - Warga Sipil

penjual sepatu localpride di @sepatukiri.id suka membaca novel, kini sedang belajar nulis seneng belajar budaya Jepang

Selanjutnya

Tutup

Novel

Obrolan Sederhana (Bab 9)

17 September 2021   07:15 Diperbarui: 17 September 2021   07:15 65 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Obrolan Sederhana (Bab 9)
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

Kedatangan perempuan itu sontak menjadi kegaduhan. Antara tidak siap dan kekacauan yang sedari tadi mencuat. Betul, perempuan itu tidak salah dan benar adalah Fara. Perempuan yang baru ditemui Didit ketika memberikan buku yang akan merubah hidupnya pada malam ini melalui obrolan sederhana.

Jika Didit tidak sedang jatuh cinta, maka rambut Fara tidak akan terlihat seperti terbang. Seolah ada kipas angin yang stand by di depan Fara terus menerus. Senyum itu mengembang melihat seorang lelaki yang Fara yakin telah menunggunya. Lelaki itu, Didit, mengenakan Jaket hitam kesayangan dengan rambut ikal dibelah tengah. Celana cekak yang juga berwarna hitam. Di tangan kiri tergelang jam tangan yang berwarna hitam juga. Benar-benar malam, identik dengan hitam.

Jam tangan itu tak pernah lepas dari penglihatan Didit saat menunggu kedatangan Fara tadi. Jam tangan itulah saksi bisu penantian terhadap waktu yang telah ditentukan, serta perdebatan panjang makhluk-makhluk yang hidup secara alami pada Didit.

Dewi Fortuna benar. Sosoknya yang masih misterius, memerankan karakter yang tepat dalam drama pergolakan lima belas menit yang lalu. Dewi yang satu ini hanya diam melihat tingkah laku majikannya. Dia mencukupkan diri menjaga ketenangan agar pertemuan ini bisa menyenangkan.

Perkataan Dewi Fortuna yang menyarankan agar Didit tenang, berhasil. Didit terlihat mematung dalam distorsi waktu ketika Fara berjalan menuju ke arahnya. Didit langsung menyergah susu cokelat dan meminumnya sekali nafas dari pipet. Berharap, bekal persiapan skenario itu tidak hilang.

Distorsi waktu mempengaruhi langkah Fara yang terasa ada efek slow motion. Satu langkah dia mengamati gaun yang membalut tubuh Fara. Dia mengenakan kemeja kuning. Celana jeans hitam membuat gaun itu terasa mencolok. Tapi tetap serasi. Barangkali inilah efek dari cinta. Apa pun yang dikenakan orang yang dicintai, akan terasa pas dan eye catching.

Langkah kedua terdengar kemercik gelang manik-manik di pergelangan tangan Fara. Seolah menghipnotis Didit dalam dentuman garpu tala pada tangga nada Do tinggi. Nada itu sontak mengagetkan Didit pada langkah ketiga Fara. Didit merasa tak percaya dengan kedatangan Fara. Dia melamun jauh dalam perjalanan waktu dimulai runtutan peristiwa ini.

Pertemuan pertama dengan Fara yang keluar dari ruang kuliah saat bertemu Riskan. Saat itulah kekaguman tumbuh. Berkembang dan menjelma menjadi sebuah buku yang dihadiahkan Didit untuk Fara. Buku yang dibuat selama satu bulan mengurung diri di kamar kos.

Manusia kamar ini hanya berbekal foto Fara yang dipajang di kaca almari. Dia mendapat foto itu dari jepretan melalui kameranya. Didit tak peduli bahwa kala itu dia tengah menjelma menjadi fotogrfer paling bejat sedunia. Pencuri wajah orang tanpa ijin. Seorang dengan mentalitas rendahan.

Terabadikannya foto itu dalam sebuah kertas juga memiliki cerita yang panjang. Memindahkan ke komputer, mengedit di Photoshoplalu mencetaknya di tukang foto dekat gang Kalimasada. Pemilik kios foto yang memang sudah kenal Didit itu, menghujaninya dengan berbagai pertanyaan senonoh tentang tingkah laku Didit. Yang sudah bisa dikategorikan sebagai orang gila versi millenium karena cinta.

Bahkan Mas Pemilik kios foto yang berambut keriting dan panjang itu menduga Didit akan menyantet perempuan di foto itu. Pantas saja Mas Pemilik kios foto itu curiga, karena foto yang akan dia cetak mengalami proses cropping yang tidak wajar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...
Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan