Mohon tunggu...
Aditya Rustama
Aditya Rustama Mohon Tunggu... Freelancer - Warga Sipil

penjual sepatu localpride di @sepatukiri.id suka membaca novel, kini sedang belajar nulis seneng belajar budaya Jepang

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Belum Ada Judul

8 September 2021   04:57 Diperbarui: 8 September 2021   05:03 82 5 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Sebagai pengarang cerita, Elias butuh tokoh yang akan dia gunakan untuk mengabarkan sesuatu. Melalui tokoh yang dia buat, Elias mencoba mengungkapkan apa yang dia pikirkan. Beberapa diantaranya, diciptakan saat dia mengenal orang lain dan pemikiran orang itu.

Cukup banyak tokoh dan cerita yang dia ciptakan. Sudah hampir sekitar delapan puluh tokoh dalam lima puluh cerita. Terkadang dia juga memodifikasi tokoh dari beberapa tokoh dalam buku yang dia baca.

Karena suka mengarang, tidak mungkin jika Elias tidak suka membaca. Membaca apa saja. Karena ada yang bilang bahwa membaca adalah jendela dunia. Membaca adalah tentang kebebasan.

Sebenarnya, saat Elias membaca, dia hanya sedang berupaya membunuh waktu yang bergerak bersama kejenuhan. Membaca pun juga kadang menjenuhkan baginya. Maka dari itu dia mengarang.

Kebiasaan itu membuat Elias selalu bertanya-tanya. Aku saja membuat atau melihat setipa tingkah dari tokoh yang kubuat merasa kuwalahan, pikirnya. Rupanya dia kuwalahan untuk menjaga, mengarahkan, melanjutkan setiap cerita dari tokoh yang dia buat atau dia temui dalam buku.

Dia membayangkan dua tokoh yang pernah dia ciptakan dalam sebuah cerita berjudul, Elisa tidak jadi membaca buku. Diceritakan, Elisa seorang perempuan yang suka pergi ke perpustakaan. Sebelum sampai di perpustakaan, dia menabrak seorang laki-laki dari arah yang berlawanan sebelum pintu masuk. Laki-laki itu Elias sendiri. Kebetulan yang aneh.

Kedua dari mereka berbasa-basi meminta maaf. Itu memang sudah aturan yang ada di kepala mereka. Jika salah, minta maaf. Karena Elias dan Elisa sama-sama menuju ruang perpustakaan, mereka akhirnya berjalan beriringan dan melanjutkan basa-basi dengan obrolan. Suit-suit.

Kejadian itu awal mula judul ini dibuat oleh Elias. Karena keasyikan mengobrol, -tentang buku yang pernah mereka baca, kesukaan mereka, seberepa sering mereka ke perpustakaan, masa lalu, atau gadget tercanggih- akhirnya Elisa tidak jadi membaca buku. Namun tujuan Elias tercapai. Dia ke Perpustakaan hanya ingin mengembalikan buku.

Dalam cerita itu, sepertinya mereka cocok. Padahal mereka memiliki sifat yang berbeda. Elias begitu membenci hidupnya. Sedangkan Elisa sangat bersyukur pada hidup. Obrolan-obrolan yang dibuat Elias asli, adalah apa yang dia pikirkan sendiri.

Dia hanya sedang membandingkan pertanyaan dalam dirinya dengan jawaban dari beberapa pengalaman pribadi. Pokoknya, cerita yang Elias buat ini lebih menekankan pada pertentangan batin seseorang.

Saat menulis cerita, Elias merasa kuwalahan. Melihat diri, mengungkapkan dengan kata-kata, membuat setting, menekankan kepribadian pada tokoh, memilih prinsip untuk tokoh, umur, zodiak, agama, sudah punya pacar atau belum, masa lalu, pernah memegang tangan lawan jenis atau belum, saudara-saudara tokoh, siapa orang tuanya, hobi, dan apa pun yang tiba-tiba melintas di kepala Elias.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan