Mohon tunggu...
Aditya Rustama
Aditya Rustama Mohon Tunggu... Freelancer - Warga Sipil

penjual sepatu localpride di @sepatukiri.id suka membaca novel, kini sedang belajar nulis seneng belajar budaya Jepang

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Mulai Menulis Lagi

6 September 2021   00:43 Diperbarui: 6 September 2021   00:47 133 6 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

"Sebab dengan buku aku bebas," kata Maudy Ayunda mengutip Moh Hatta dalam film Sang Pemimpi. Itu adalah kutipan yang masih dan mungkin selalu saya ingat hingga sekarang. Selain karena relate dengan hobi saya membaca buku, mungkin juga karena yang mengatakannya adalah Maudy Ayunda.

Gak terasa film itu telah berusia 12 tahun. Ketika itu saya baru saja lulus SMA dan masih kesulitan mencari jati diri serta memilih kehidupan seperti apa yang akan saya jalani. Berangkat dari keinginan waktu SMA untuk bisa menjadi pengarang, kutipan tersebut menjadi begitu berarti. Mengingat saya butuh asupan untuk bisa menjadi pengarang. Dan satu satunya cara untuk saya bisa menjadi pengarang adalah membbaca buku. Yup, untuk sekadar membebaskan diri.

Kemudian saya mulai mecoba membaca buku dan mulai jatuh cinta kepadanya. Pada aromanya, serta isi yang ternyata mampu membuat saya jauh lebih memaknai hidup. Bisa jadi ini terkesan lebay bagi yang mendengarnya. Tapi emang saya merasa dibebaskan.

Oke akan saya coba menceritakan dulu ketika SMP dan SMA di mana saya tidak terlalu mampu berbicara di depan umum dan hal itu membuat saya kesulitan mencari teman. Kondisi ini terjadi pada saya dan menjadi akut hingga sekarang di usia saya yang telah 30 tahun.

Akhirnya saya memilih buku dan koran sabagai objek untuk menambah wawasan dan informasi. Perlu digarisbawahi, keinginan saya menjadi pengarang didasari oleh perasaan terpendam saya yang ingin mampu berbincang dengan orang lain. Bisa jadi karena saya kesepian. Dan menjadi pengarang, adalah cara saya untuk bisa bercerita.

Alhasil, buku dan bacaan yang saya pilih tak jauh-jauh dari karya fiksi. Novel, cerpen, atau komik. Serta film tentunya. Akhirnya karena saya merasa telah jatuh cinta dengan dunia karang mengarang, saya memutuskan untuk belajar menulis dan mendaftar menjadi Pers Mahasiswa.

Tahun pertama saya begitu bergairah karena melihat orang bisa ngomong di depan umum. Bagi saya yang introvert dan sulit berbicara di depan umum, hal itu mukjizat. Akhirnya saya mulai rajin membaca buku dan mulai bisa menulis. Dan setiap tulisan yang saya buat dulu selalu saya simpan sebagai bentuk apresiasi terhadap mukjizat yang baru saya dapatkan. Apalagi, saya juga diajari public speaking. Saya merasa benar-benar telah dilahirkan kembali.

Dan karena membaca itu tak akan pernah rampung, selesai satu buku berpindah ke buku lain. Saya kemudian sadar bahwa saya benar-benar bodoh. Akhirinya saya berhenti memulis dan memilih menjadi pembaca buku. Dan sekarang saya tahu kal itu didasari oleh sifat saya yang perfecksionis, serta insecure untuk menjadi penulis. Bisa jadi karena saya tak cukup mampu dikritik orang laian.

Hal ini karena saya sendiri ketika SMP dan SMA kurang mampu memanajeman emosi yang mengendap hingga sekarang. Intinya banyak hal yang masih sulit untuk saya tulis di sini terkait masa lalu yang pernah saya alami.

Singkat cerita sadar bahwa saya bodoh dan beberapa hal yang kurang bisa saya kontrol, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari kuliah di semester 12. Lalu memilih pergi ke Jepang untuk cari kerjaan dan uang. Yah sekadar tak ingin membebani orang tua, karena 6 bulan setelah saya mengundurkan diri saya cuma di rumah dan pengangguran.

Setelah tiga tahun di Jepang saya pulang dan memulai usaha dan gagal. Mulai usaha lagi dan gagal lagi. Sekarang di usia 30 tahun ini saya benar-benar merasa kesulitan mencari relasi, dan mengembangkan usaha. Padahal sebagai pembaca buku, semestinya saya telah banyak belajar dong soal apa pun. Lalu kenapa hingga hari ini saya masih seperti jalan di tempat?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan