Mohon tunggu...
Adila
Adila Mohon Tunggu... Mahasiswa - college student

Hi! Thank you for coming!

Selanjutnya

Tutup

Politik

Tidak Menerima Undangan Upacara Pemakaman Mendiang Ratu Elizabeth II, Negara Ini Tidak Dapat Hadir

20 September 2022   15:30 Diperbarui: 20 September 2022   15:33 187
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pada Senin, 19 September 2022 kerajaan Inggris melangsungkan pemakaman untuk mendiang Ratu Elizabeth II di Westminster Abbey. Upacara pemakaman ini, dihadiri kepala negara dari berbagai persemakmuran Inggris, di antaranya:

1. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau

2. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese

3. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern

4. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan lainnya. 

Selain itu, negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Inggris juga turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir pada kepada Sang Ratu. Namun, ada beberapa negara yang tidak mendapatkan undang dalam acara pemakaman mendiang Ratu Elizabeth II. Yakni:

1. Rusia dan Belarus.

Saat ini, Rusia dijatuhi sanksi oleh Inggris dikarenakan invasi ke Ukraina. Sementara Belarus yang menjadi sekutu utama Rusia juga terkena sanksi. Tetapi, Rusia dan Belarus memiliki kedutaan besar di London dan presiden kedua negara tersebut mengirim pesan belasungkawa kepada Raja Charles III atas menginggal nya Sang Ratu.

2. Myanmar.

Dikarenakan situasi politik negara ini belum stabil sejak kudeta militer yang terjadi pada 1 Februari 2021, Myanmar tidak mendapat undangan dari Inggris untuk menghadiri pemakaman mendiang Ratu Elizabeth II.

Selain kedua negara tersebut adapula Afghanistan, Suriah, dan Venezuela. Kepala negara tersebut tidak diundang oleh Inggris untuk menghadiri acara pemakaman mendiang Ratu dikarenakan, Inggris tidak memiliki hubungan diplomatik yang penuh dengan negara-negara tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun