Mohon tunggu...
Adica Wirawan
Adica Wirawan Mohon Tunggu... "Sleeping Shareholder"

"Sleeping Shareholder" | Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Finansial Artikel Utama

Puteri Indonesia, Oase bagi Pasar Saham yang Tengah Lesu

7 Maret 2020   11:15 Diperbarui: 7 Maret 2020   21:49 2015 4 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puteri Indonesia, Oase bagi Pasar Saham yang Tengah Lesu
Sumber ilustrasi: KOMPAS.com | DIAN REINIS KUMAMPUNG

Ada yang berbeda dari sesi pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 5 Maret kemarin. Jika biasanya dilakukan oleh para menteri, pejabat, atau petinggi perusahaan, kali ini, sesi perdagangan justru dibuka oleh sederet perempuan.

Dengan balutan busana formal yang didominasi warna putih, para wanita tadi tampak ceria menekan bel tanda dimulainya perdagangan. Setelah itu, semua terlihat bertepuk tangan, dan IHSG pun sempat "loncat" ke zona hijau!

Para wanita tadi bukanlah warga biasa. Mereka adalah Finalis Puteri Indonesia 2020. Tercatat ada 39 Finalis Puteri Indonesia yang hadir dalam acara tersebut. Mereka berasal dari 34 provinsi yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua datang mewakili provinsinya masing-masing.

Di dalam acara tersebut, para finalis tak hanya berkesempatan membuka sesi perdagangan, tetapi juga mendapat edukasi tentang pasar modal. Ternyata untuk menjadi seorang Puteri Indonesia, mereka tidak cukup memperoleh "bekal" berupa pengetahuan tentang kecantikan, sikap, dan selera fashion saja, tetapi juga berupa wawasan seputar keuangan, khususnya pasar modal.

Tentu saja kegiatan tersebut bertujuan memperluas literasi tentang investasi di masyarakat. Maklum, tingkat literasi tersebut memang masih rendah. Hal ini bisa diketahui dari banyaknya kasus "investasi bodong" yang ramai tersiar beberapa tahun belakangan, serta jumlah investor yang terbilang masih sangat sedikit. Makanya, acara tadi diharapkan bisa membuka lebih banyak wawasan tentang industri investasi di Tanah Air.

Oase
Kehadiran Finalis Puteri Indonesia di panggung Bursa Efek Indonesia bisa menjadi "oase" di tengah ancaman virus Corona yang sempat "menggoyang" IHSG beberapa waktu yang lalu. Biarpun pada pekan ini, sudah mulai rebound dari titik nadirnya, namun, kondisi IHSG belum pulih sepenuhnya.

Puteri Indonesia 2020 / sumber: https://www.beritasatu.com/
Puteri Indonesia 2020 / sumber: https://www.beritasatu.com/
Agaknya para investor bersikap wait and see dalam berinvestasi di pasar saham. Investor tampaknya khawatir virus Corona yang sudah menyebar ke banyak negara mengancam perekonomian global. Kalau hal itu sampai terjadi, bukan mustahil bursa saham akan merosot lebih dalam beberapa bulan ke depan.

Untuk mencegah hal itu, sejumlah pimpinan bank sentral di dunia beramai-ramai memangkas suku bunga acuan. The FED, misalnya, pada tanggal 3 Maret kemarin, secara mengejutkan memotong suku bunga acuan hingga 50 basis poin!

Pemangkasan sebanyak ini bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat tersebut. Umumnya pemangkasan dilakukan setahap demi setahap, bukan sekaligus demikian.

Gubernur The FED, Jerome Powell, mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 bps/ sumber: https://market.bisnis.com/
Gubernur The FED, Jerome Powell, mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan sebesar 50 bps/ sumber: https://market.bisnis.com/

Anehnya, keputusan tadi tidak langsung membikin pasar saham beraksi positif. Setelah The FED mengumumkan hal tadi, alih-alih berseri, indeks Dow Jones justru anjlok hingga 2%.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x