Mohon tunggu...
Adica Wirawan
Adica Wirawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - "Sleeping Shareholder"

"Sleeping Shareholder" | Email: adicawirawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Atletik Pilihan

Berkat "Faktor X", Rizky Ghusyafa Pratama Siap Menunjukkan "Seni Lompat Tinggi" di Asian Games 2018

20 Juli 2018   10:09 Diperbarui: 20 Juli 2018   10:16 1619
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rizky Ghusyafa Pratama (tengah) menyabet medali di Singapura Terbuka (sumber: dokumentasi Rizky Ghusyafa Pratama)

Pada tahun 2015, ia menyabet medali perak di Hongkong Terbuka. Pada tahun 2016, ia mendapat medali emas di Pekan Olahraga Nasional XIX di Bandung, Jawa Barat. Pada tahun 2017, ia meraih peringkat 4 Sea Games di Kuala Lumpur Malaysia, sekaligus menyamai rekor nasional dengan tinggi lompatan 2,15 meter. Pada Februari 2018, dalam tes event Asian Games, ia mendapat medali perunggu. Pada tahun 2018, ia memperoleh perak di ajang Singapura Terbuka.

Lawan Tangguh  

Untuk menyambut Asian Games 2018, Rizky pun menjalani masa karantina di Rusunawa UNJ. "Saya sudah dikarantina sejak tahun 2017," tuturnya. Semua itu dilakukan agar Rizky fokus menjalani latihan dan mampu "mematangkan" teknik. Maklum saja, lawan yang dihadapinya di Asian Games terbilang "berat". Sebab, ia akan melawan atlet peraih medali Olimpiade Mutaz Essa Barshim.

Kalau menilik informasi seputar atlet asal Qatar itu, kita memang akan menemukan sederet prestasi. Sebut saja, ia pernah menyabet rangking 1 Asian Athletics Championships dengan tinggi lompatan 2,35 meter, peringkat 1 Asian Indoor Championships dengan tinggi lompatan 2,37 meter, dan jawara 1 World Indoor Championships dengan tinggi lompatan 2,38 meter. Makanya, sejauh ini, Mutaz adalah lawan terberat Rizky di Asian Games.

Selain itu, Rizky juga mewaspadai atlet dari Malaysia, Jepang, dan China sebagai penantang terkuat. Ia sempat bertanding melawan atlet-atlet tersebut di kejuaraan internasional, dan melihat bahwa potensi yang mereka punya terbilang baik. Mereka bisa membikin "kejutan" di Asian Games. Makanya, Rizky enggan memandang remeh semua lawannya.

Biarpun melawan sejumlah atlet yang tangguh, Rizky tetap merasa optimis terhadap target yang dipatoknya. Setidaknya ia mengusung dua target, yaitu target dari pemerintah dan target pribadi.

Menurut Rizky, pemerintah memasang target medali untuk setiap atlet yang akan berlaga, dan ia berupaya keras mewujudkannya. Ia sadar bahwa ada "jalan berliku" yang harus ditempuhnya untuk mencapai target tersebut. Namun, ia tetap berharap dapat mendulang prestasi. "Siapa tahu rezeki (bisa dapat medali)," katanya, disertai tawa kecil.

Sementara itu, untuk target pribadi, Rizky berharap dapat memperbaiki tinggi lompatannya. Ia menargetkan bisa melompat setinggi 2,2 meter. Hal itu penting dilakukan. Sebab, jika berhasil meraihnya, jalannya ke kejuaraan Seagames 2019 dan Olimpiade Tokyo terbuka lapang.

Agar bisa mengharumkan nama bangsa, Rizky juga mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai atlet, ia sadar bahwa dukungan bisa menjadi "faktor X", yang menentukan prestasinya di Asian Games. Apalagi Indonesia kembali terpilih menjadi tuan rumah.

Sebagaimana diketahui, Asian Games 2018 diselenggarakan di dua kota, yaitu Jakarta dan Palembang. Ajang olahraga terakbar di Benua Asia itu akan dimulai dari tanggal 18 Agustus - 2 September 2018. Ada 40 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yang terdiri dari 32 cabang Olimpiade dan 8 cabang olahraga nonolimpiade. Jumlah tersebut jelas lebih banyak dari pagelaran Asian Games sebelumnya di tempat yang sama.

Rizky Ghusyafa Pratama (kanan) sewaktu mengikuti kejuaraan di Gelora Bung Karno (sumber: dokumentasi Rizky Ghusyafa Pratama)
Rizky Ghusyafa Pratama (kanan) sewaktu mengikuti kejuaraan di Gelora Bung Karno (sumber: dokumentasi Rizky Ghusyafa Pratama)
Sebelumnya, Indonesia tercatat pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962. Pada saat itu, Indonesia berhasil mengukir prestasi setelah bercokol di peringkat 2 klasemen. Hal itu tentunya menjadi momen yang terus dikenang, dan masyarakat Indonesia pastinya berharap "sejarah baru" akan tercipta pada pagelaran kali ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Atletik Selengkapnya
Lihat Atletik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun