Alif Bengkok
Alif Bengkok

Jika kau mendengan sesuatu yang baik tentang ku, maka itu layak diragukan... jika kau mendengar sesuatu yang buruk tentang ku, maka itu berkemungkinan benar...

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Alfonso

14 Juni 2018   01:42 Diperbarui: 14 Juni 2018   02:09 381 0 0

Pada zaman dahulu tersebutlah seorang lelaki bernama Alfonso, dia adalah seorang peternak sekaligus petani disuatu desa di Portugis, keseharianya berternak dan bertani membuatnya hidup cukup sejahtera bersama keluarganya, tanah yang subur ternak ternak yang berkembang biak dengan sangat baik membuat hari-hari nya dan keluarga dipenuhi dengan kesejahteraan dan sukacita, menyadari kesejahteraan dan suka cita hari-hari nya adalah berkat dari Tuhan membuat Alfonso menjadi seorang yang sangat taat dan rajin ke gereja.

Seperti biasa setiap hari minggu Alfonso dan keluarganya serta para warga desa yang lain datang ke gereja membaktikan diri dalam syukur kepada Tuhan. Ada sedikit perbedaan pada khutbah minggu ini, setelah tenggelam dalam puja puji syukur kepada Tuhan sang pengkhutbah mengabarkan berita dari para penjelajah bahwa pada bagian bumi Tuhan yang lain masih ada manusia-manusia yang belum mengenal Tuhan, mereka masih menyembah kayu dan batu atau pepohonan (animisme-dinamisme) bahkan masih memakan sesama manusia (kanibalisme).

Hati Alfonso dan semua jemaat serasa dibanting dari langit ke bumi di permukaan batu yang keras sampai hancur berkeping-keping....

Ternyata di bagian bumi yang lain ada keadaan manusia yang sangat berbanding terbalik dengan apa yang mereka alami, sementara Alfonso dan warga desa nya menikmati sukacita dalam iman dan damai dalam kesejahteraan ada manusia lain yang masih menyembah batu dan pohon bahkan sampai memakan sesama manusia.

Dalam keadaan terperangah Alfonso bertanya-tanya dalam hati "Apa yang harus aku lakukan, apakah aku yang berkelimpahan berkat ini harus diam saja mengetahui hal ini...!?"

Tanpa disadari nya pertanyaan yang sama juga tergumam dalam hati masing-masing jemaat...

Bagai gayung bersambut lanjutkan khutbah sang pendeta mengabarkan jawaban gumaman pertanyaan dalam hati para jemaat, bahwa saat ini dibuka pendaftaran bagi para sukarelawan untuk melakukan ekspedisi misionaris menyebarkan ayat ayat Tuhan ke tempat yang tadi di ceritrakan dalam khutbah dan para pendeta serta para pengkhutbah juga akan berangkat kesana.

Sepulang dari gereja sepanjang jalan Alfonso memikirkan segala sesuatu persiapan yang harus dia siapkan, nampaknya sudah bulat tekadnya untuk ikut dalam Misi itu.

"inilah saatnya Aku bersyukur kepada Tuhan, inilah mometumnya aku berterima kasih atas segala nikmat yang kuterima, inilah kesempatan ku berbuat sesuatu untuk kemanusiaan, inilah bentuk perwujudan cinta ku pada Tuhan"

biarpun Alfonso harus meninggalkan keluarga yang sangat dicintai nya serta tanah air yang disayangi nya ia rela, karena kemakmuran tanah air dan kesejahteraan keluarga nya justru membuat tekadnya makin bulat karena ia ingin kesukacitan dalam iman dan damai dalam kesejahteraan bukan hanya dia yang menikmati, orang lain juga berhak mendapatkan kan hal yang sama, diam-diam rupanya Alfonso mendaulat dirinya sebagai perpanjangan tangan Tuhan menyebarkan Iman dan Sukacita bagi orang lain.

Sesampainya di rumah tanpa disadari nya istrinya ternyata memperhatikan gelagat suaminya.

Waktu berselang sampai akhirnya tiba saatnya makan malam dan pembicaraan khas makan malam dibuka oleh sang istri yang tiba-tiba mendikte anak anaknya dalam sebuah rencana pembagian tugas tugas mengurus ternak dan pertanian bagi dirinya dan anaknya, dan tugas yang dibagikan dengan sangat bijaksana dimana tugas yang dibagikan sangat sesuai dengan masing masing kemampuan anak-anaknya yang berjumlah 3 orang dan yang mengagetkan bagi Alfonso adalah tugas yang biasa dia kerjakan juga dibagi antara istri dan anak anak nya sampai Alfonso sendiri tidak kebagian tugas mengurus ternak dan bertani...

Sebelum Alfonso berkata kata, sang istri menyela "Dan untuk mu suamiku kau punya Tugas yang lebih mulia".....

Padahal Alfonso belum berkata apa-apa perihal maksud hatinya untuk ikut serta dalam Misi yang ingin ia ikuti...

Terbata bibir Alfonso yang bisa ia katakan hanya..." Aku mencintaimu "....

Sungguh sebuah pemandangan yang luar biasa indah. Sebuah keluarga yang tanpa perlu banyak kata ternyata saling mengerti dan memahami dan saling pengertian dan pemahaman itu berada dalam iman dan kasih Tuhan.

Keesokan harinya dengan tekad yang bulat dan langkah yang mantap ia berjalan menuju gereja hendak mendaftar kan diri untuk ikut serta dalam Misi, dan ternyata ia tidak sendiri. Ditengah perjalanan ia bertemu dengan para warga desa yang lain bahkan ada yang berjalan dengan anak-anak laki-laki mereka yang masih sangat belia... Dan ternyata arah perjalanan dan Tujuan mereka sama yaitu untuk mendaftarkan diri dalam Misi.

Waktu berselang sepekan kemudian selepas pemberkatan Alfonso dan para jemaat lainnya berangkat menuju sebuah camp tempat persiapan untuk menjalankan misi tersebut....

Di camp tersebut hari hari mereka diisi dengan pelatihan kemiliteran dan penggunaan senjata dan malam malamnya diisi dengan puja puji pada Tuhan dan do'a do'a....

....!!!!!!!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2