Mohon tunggu...
Adhiyan Wahyudi
Adhiyan Wahyudi Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Jargaz Semeru Adventure

Seorang penjelajah yang datang dari masa depan untuk menemukan biji kopi pilihan yang ciptakan kopi enak

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Kabut Tengger: Medina

30 Juli 2021   05:27 Diperbarui: 30 Juli 2021   05:28 115 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana Adalah Platform Blog. Konten Ini Menjadi Tanggung Jawab Bloger Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi Kompas.

"Tetapi kita tidak harus bubaran, Yu" ujar Medina memelas. "Kalau kamu merasa sibuk dan harus mengurus Senat Mahasiswa kita bisa menyelesaikan masalah itu dengan tidak bertemu. Satu bulan, satu semester atau satu tahun aku siap tidak bertemu."

"Tetapi aku takut kamu kecewa, Din."

"Aku siap menunggumu kapan saja. Kita off-kan dulu pacarannya. Nanti kalau keadaannya sudah normal hubungan itu kita lanjutkan kembali."

Aku menarik nafas panjang. Masalah yang kuhadapi memang sangat pelik. Medina tentu akan marah jika aku berterus terang. Jika aku tidak berterus-terang maka sampai kapan pun dia tidak akan mau diputus. Medina orangnya penyabar dan bersikap mau mengalah.

"Bagaimana jika kamu bertemu pria lain ketika kita sedang off?"

"Tidak mungkin. Cintaku hanya padamu. Takkan mungkin kubagi dengan orang lain."

Aku kembali menarik nafas panjang. Sedetik lalu aku merasa haru dengan pernyataannya yang jujur. Medina adalah cewek paling baik yang pernah kukenal. Dia benar-benar mencintaiku dengan tulus. Ia juga tidak mengungkit-ungkit masalah kenapa panggilannya di telepon tidak pernah kutanggapi.

Hati nuraniku kembali berontak. Tidak layak aku menyakiti wanita sebaik dia. Medina memberikan segalanya untukku. Dia mencintaiku dengan cinta yang sebenarnya. Ingin sekali aku melepaskan Dian dan kembali menjalani hubungan normal dengannya. Hanya saja sekelabat wajah Dian yang jelita tiba-tiba memalingkan hatiku dari kebaikan hati wanita yang sudah kupacari sejak semester dua itu. Wajah Dian yang mempesona terus menarikku dan membuang dengan tanpa perasaan hati Medina yang suci dan bersih.

"Kalau aku bertemu dengan wanita lain ketika masa off itu?"

Roman muka Medina tiba-tiba berubah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan