Mohon tunggu...
Adhiyan Wahyudi
Adhiyan Wahyudi Mohon Tunggu... Freelancer - TAN HANA DHARMA MANGRWA / tak ada kebenaran yang mendua

Fiksioner, Pencinta Alam dan Politikus Lele Dumbo yang berkumis sekaligus berjenggot. Tidak berafiliasi dengan partai politik. Penikmat kopi hitam pahit tanpa gula. Pengagum langit senja. Selalu memakai masker dobel walau sedikit keslepe'en, sudah divaksin dan memimpikan dunia yang bersih dari perusakan alam dan lingkungan. "Siapa yang berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di bumi ini tempat yang luas dan rezeki yang banyak" https://lorosijienempublisher.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Novel

Kabut Tengger: Sahabat Lama

26 Juli 2021   05:52 Diperbarui: 26 Juli 2021   07:19 36 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kabut Tengger: Sahabat Lama
Sumber: Pixabay

Selama terbang di udara,  Bayu tertidur dengan sangat lelap. Guncangan-guncangan pesawat ketika mengalami turbulensi tidak dirasakannya. Bayu memang sudah menahan kantuk sejak di Pelabuhan Sekupang. Kurang tidur dan bangun kepagian adalah kombinasi yang tepat untuk membuat matanya terasa berat. Malam tadi ia memang baru bisa tidur pada pukul 2 dini hari. Fadri yang sudah tertidur jam 9 tidak sempat melihatnya gelisah.

Dari bolak-balik di tempat tidur, menonton televisi , merebus mie sampai berjalan ke luar mess sudah dilakukan Bayu untuk mengundang rasa kantuk. Anehnya dengan semua aktivitas itu rasa kantuk tak pernah datang. Jantungnya justru berdegup kencang ketika mengingat acara liburan yang akan dilakukannya. Pikirannya seolah tidak karuan.

Marina yang membangunkan tidurnya merasa heran dengan tidur Bayu yang begitu pulas. Sambil tergagap Bayu mengejap-ngejapkan mata ketika melihat hiruk-pikuk penumpang yang sudah berdiri  mengantri untuk keluar pesawat.

"Sudah sampai rupanya" ujarnya sambil menahan pusing.

"Kamu masih mengantuk?" tanya Marina.

"Iya.Aku tidur jam dua tadi malam."

"Nggak bisa tidur?"

"Iya."

"Kenapa?"

"Sudah nggak sabar pingin kawin paling , Rin" celutuk Fadri yang dibalas dengan sikutan Bayu di dadanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x