Mohon tunggu...
Adhiyan Wahyudi
Adhiyan Wahyudi Mohon Tunggu... Freelancer - TAN HANA DHARMA MANGRWA / tak ada kebenaran yang mendua

Fiksioner, Pencinta Alam dan Politikus Lele Dumbo yang berkumis sekaligus berjenggot. Tidak berafiliasi dengan partai politik. Penikmat kopi hitam pahit tanpa gula. Pengagum langit senja. Blog ini khusus cerita fiksi dan posting pada hari Jum'at.

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Kabut Tengger: Cinta yang Baru

25 Juli 2021   18:07 Diperbarui: 25 Juli 2021   18:12 68 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kabut Tengger: Cinta yang Baru
Sumber: Pixabay

Mei 1997

Sejak menonton pertunjukannya di UNMER, entah kenapa aku sering memimpikan Dian. Hampir setiap malam wajahnya selalu muncul dan menggoda dengan senyumannya yang manis. 

Dian seperti seorang dewi. Wajahnya sangat cantik dan memikat hati. Berkali-kali aku mencoba memalingkan hati. Berkali-kali kuniatkan untuk setia kepada Medina. 

Sayang, wajah itu kembali muncul dan menari-nari di hati. Aku sepertinya sudah mulai termakan pesonanya yang luar biasa. Perlahan namun pasti rasa itu mulai tumbuh dan menghapus kesetiaanku kepada Medina.

"Apa aku salah jika berselingkuh?"

"Tidak. Kamu tidak salah, Yu. Yang kamu rasakan adalah perasaan alamiah yang bisa hinggap pada setiap orang. Kamu hanya kagum padanya. Itu lumrah dan bukan selingkuh?" ujar Arif, sahabatku di himpunan pada suatu malam.

Kata-kata Arif itu ada benarnya. Aku sebenarnya tidak sedang berselingkuh. Aku belum pernah bertemu dengannya.  Aku membesarkan hatiku dan mulai percaya bahwa aku bukan penjahat cinta.

Aku tetap setia sampai akhirnya hari itu tiba.

Kejadiannya adalah sebuah kebetulan. Aku tidak pernah membayangkan akan bertemu muka dengan Dian. Yang membuatku kaget adalah pertemuan itu justru terjadi di kosan. 

Pagi itu seperti biasa aku bangun tidur dan bergegas ke ruang televisi. Sudah menjadi kebiasaanku untuk memulai hari dengan menonton berita di televisi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan