Mohon tunggu...
Adhiyan Wahyudi
Adhiyan Wahyudi Mohon Tunggu... Edisi Perayaan Kemerdekaan. MERDEKA CUI!

Pencinta Alam yang hobi mendaki gunung, membaca dan bercerita. Penikmat kopi dan langit senja. SAY NO TO NUCLEAR WEAPONS !!!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Palestina Menyatukan Indonesia

21 Mei 2021   17:26 Diperbarui: 21 Mei 2021   17:28 225 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Palestina Menyatukan Indonesia
Sumber: (AFP PHOTO/TOLGA AKMEN)

Syukur Alhamdulillah patut kita ucapkan atas kesepakatan damai yang tercapai antara Israel dan Palestina. Terhitung sejak hari ini yaitu Jum'at, 21 Mei 2021 kedua-belah pihak bersepakat menghentikan pertikaian. Perang roket antara pihak-pihak yang bertikai resmi dihentikan. Sungguh akhir yang membahagiakan. Perang selama 11 hari kemarin memang sangat mengerikan. Terhitung 232 korban jiwa jatuh di pihak Palestina sementara dari pihak Israel sebanyak 12 orang. Beberapa diantaranya adalah anak-anak dan wanita.

Kesepakatan damai ini adalah kemenangan kemanusiaan. Perang yang menyengsarakan akhirnya membuat kita harus menyadari bahwa keselamatan penduduk sipil harus di nomor-satukan. Lupakan ego dan ambisi pribadi. Perdamaian dunia yang menjadi cita-cita Bangsa Indonesia mutlak diperjuangkan.

Yang menarik adalah justru dari dalam negeri. Dengan adanya isu Palestina segenap masyarakat bahu-membahu dan berjuang dengan kemampuannya masing-masing. Ada yang melakukan aksi unjuk rasa, menggalang donasi, membangun opini publik dan sebagainya. Tidak lupa peran Pemerintah utamanya Bapak Jokowi yang ikut menyuarakan aksi membela Palestina di dunia internasional. Semuanya ikut berjuang walaupun kita tahu masalah yang kita hadapi juga tidak sedikit. 

Ada yang sedang kehilangan mata pencahariannya karena pandemi, ada yang di PHK, ada yang sedih karena kehilangan anggota keluarganya dan masih banyak lagi yang lainnya. Di sisi Pemerintah kita juga tahu pemerintahan Bapak Jokowi juga sedang menghadapi situasi sulit seperti pandemi, teror Poso, teror Papua dan sebagainya. Dengan masalah-masalah yang menggunung itu ternyata tidak menyurutkan kita untuk menyuarakan pesan perdamaian dan kemanusiaan.

Saya jadi teringat dengan kisah kaum Anshar yang merelakan harta bendanya dibagi dengan kaum Muhajirin. Dengan segala kekurangannya itu, kaum Anshar menunjukkan rasa solidaritas dan kesetiakawanan sosial yang cukup tinggi. Bahkan Nabi Muhammad saking sayangnya dengan kaum Anshar sampai berkata "Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, jika bukan karena hijrah aku pasti termasuk kaum Anshar. 

Sekiranya semua orang menempuh suatu jalan, sedangkan kaum Anshar menempuh jalan lain, aku pasti menempuh jalan Anshar." Ini terjadi karena di tengah-tengah kepapaannya, Kaum Anshar sangat solider pada kaum Muhajirin sampai-sampai mereka lupa untuk memikirkan nasib mereka sendiri.

Isu Palestina ternyata menyatukan Bangsa Indonesia. Masyarakat yang sebelumnya terpecah-belah karena konflik politik untuk sementara waktu mencapai kesatuan pendapat dan pemikiran. Palestina menjadi titik temu antara pejuang agama, pejuang konstitusi dan pejuang kemanusiaan. Ini sungguh di luar perkiraan kita. Isu Palestina seolah mengembalikan spirit '45 ke dalam diri bangsa Indonesia. Kita seperti merasakan ruh revolusi yang dulu membuat Bangsa Indonesia bangkit dari penjajahan.

Saya pikir kita sudah berada di jalur yang benar dengan membela Palestina sebagaimana pembelaan yang dilakukan oleh para pendiri bangsa. Palestina adalah berkah yang harus disyukuri. Kita akan terus membelanya sampai titik darah penghabisan.

Palestina adalah poros keimanan

Palestina adalah amanat konstitusi

Palestina adalah medan kemanusiaan

VIDEO PILIHAN